Memilukan, dari 24 Keluarga Nahadi Bekerja di Pabrik Petasan Maut, Baru Seorang yang Pulang ke Rumah, Itu Pun Jenazahnya

Memilukan, dari 24 Keluarga Nahadi Bekerja di Pabrik Petasan Maut, Baru Seorang yang Pulang ke Rumah, Itu Pun Jenazahnya
Suasana di pabrik petasan di Kosambi, pasca ledakan beberapa hari lalu. (kompas.com)
Minggu, 29 Oktober 2017 12:18 WIB
JAKARTA - Kepiluan mendalam menimpa Nurhadi dan keluarganya. Sebab, ada 24 anggota keluarganya yang bekerja di pabrik dan gudang petasan yang terbakar di Kosambi, Tangerang. Namun, dari 24 orang tersebut, baru satu yang sudah kembali ke rumah pasca kebakaran pabril yang merenggut puluhan jiwa itu.

Minggu dini hari. Nahadi kembali kembali melapor ke Posko Antemortem RS Polri, Jakarta Timur. Nahadi datang sekitar pukul 00.15 WIB. Dia mengaku mencari saudaranya yang jadi korban kebakaran gudang tersebut.

Dikatakan Nahadi, dari 24 anggota keluarganya, dua diantaranya adalah Surnah (14) dan Nurhayati (20). Surnah merupakan cucunya, sedangkan Nurhayati adalah keponakannya. Dari dua jenazah itu, baru satu yang sudah diserahkan ke keluarga.

''Keponakan, famili, semua ada 24 orang. Iya (kerja di gudang itu semua). Saya sudah enggak bisa ngomong apa-apa deh kemarin. Yang pulang baru satu cucu (Surnah) meninggal, kemarin sudah dibawa. Keluarga tadi ada juga yang meninggal di RSUD Tangerang, keponakan saya juga,'' kata Nahadi kepada merdeka.com di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dengan raut wajah pasrah, Nahadi duduk termenung di posko Antemortem RS Polri. Sebab, dia tak membawa semua dokumen yang dibutuhkan untuk proses autopsi anggota keluarganya. Sedangkan jarak dari rumahnya hingga ke RS Polri cukup jauh.

''Tadi ditanyakan ada enggak bekas giginya pak, rambutnya atau bekas sikat giginya? Rambut itu kalau sudah terbakar bisa juga, kalau ada saya ambil dulu. Suruh melengkapi biar enggak mondar mandir, karena jarak ini lumayan jauh dari Kosambi,'' ucapnya.

Nahadi sempat menceritakan soal gudang yang menjadi tempat keluarganya mengais rezeki. Hampir sebagian anggota keluarganya baru bekerja sekitar dua minggu. Upahnya pun sejumlah Rp45.000 perhari. Sepengetahuannya, gudang tersebut awalnya merupakan gudang plastik bukan kembang api. Keluarganya banyak bekerja di sana setelah menerima tawaran bisa bekerja dengan syarat mudah.

''Awalnya pabrik plastik izinnya. Saya kan tiap hari lewat situ. Pertama katanya diiming-imingin di sana tanpa surat (lamaran) bisa masuk. Pakai KTP,'' ucap Nahadi.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww