Mobil Rumah Sakit Diberondong Tembakan di Papua, Wanita Baru Melahirkan Terluka

Mobil Rumah Sakit Diberondong Tembakan di Papua, Wanita Baru Melahirkan Terluka
Ilustrasi penembakan. (int)
Selasa, 24 Oktober 2017 19:39 WIB
JAYAPURA - Sebuah mobil rumah sakit diberondong kelompok bersenjata di Papua, Selasa (24/10) siang. Seorang wanita yang baru melahirkan terluka pada bagian pahanya akibat tembakan tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengatakan, aksi penembakan itu berawal ketika kendaraan rumah sakit bernomor lambung 01.4414 R Armored dikemudikan Lexi Titalessy dari Tembagapura menuju Rumah Sakit Banti, Selasa siang. Kemudian setelah sampai di Utikini lama ditembaki dari arah sebuah gedung.

''Tembakan mengenai helm pengemudi dan juga penumpang atas nama Serina Kobogau yang baru melahirkan mengenai paha kanan yang saat itu duduk di kursi belakang dan penumpang lain terkena serpihan kaca,'' kata Kamal dalam keterangan tertulisnya kepada merdeka.com.

Kamal mengatakan, setelah sampai di RS Banti teror tersebut dilaporkan ke Polsek Tembagapura oleh salah satu petugas medis yang ikut dalam rombongan. Sementara korban saat ini masih menjalani perawatan.

''Saudara Ocha menjelaskan via radio dengan Polsek Tembagapura bahwa dalam perjalanan turun dari Tembagapura tujuan Banti dan saat melintas di Utikini telah mendengar 1 suara letusan dari arah sebuah gedung lama yang ada di sekitar lokasi kejadian dan setelah melintas di lapangan Utikini lama ditembaki sekitar 3 kali dan melihat belasan orang di dalam sebuah gedung lama tersebut,'' pungkasnya.

Teror dilakukan kelompok bersenjata di kawasan Papua, bukan kali ini terjadi. Sebelumnya tiga kendaraan operasional milik PT Freeport Indonesia ditembak sejumlah orang tidak dikenal (OTK), saat melintas di lokasi Jalan Mil 61, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Minggu (24/9) pagi.

Akibat tembakan tersebut, kendaraan mengalami kerusakan. Namun, tidak ada korban jiwa dan luka dalam peristiwa tersebut. Sementara polisi juga masih mengejar para pelaku penembakan.

Sebulan sebelumnya penembakan terjadi di ruas jalan utama tambang yang menghubungkan Timika-Tembagapura pada Kamis (17/8) terhadap kendaraan roda empat PT Freeport tepat di Mil 60.

Penembakan oleh orang tak dikenal itu mengakibatkan lubang di beberapa bagian mobil PT Freeport dan seorang anggota Brimob Polda Riau yang tergabung dalam Satgas Pengamanan Objek Vital atau Satgas Amole, Bharada R Arga dilaporkan terluka akibat pecahan kaca kendaraan.

Tak hanya itu saja, tujuh anggota Brimob ditembak kelompok kriminal bersenjata di wilayah Papua sejak sepekan terakhir. Bahkan seorang anggota atas nama Briptu Berry Pratama tewas setelah diterjang peluru yang ditembakkan pelaku.

Menanggapi rangkaian insiden tersebut, Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar, menegaskan pihaknya akan terus mengantisipasi pergerakan kelompok tersebut di wilayah pegunungan distrik Tembagapura Mimika Papua. Selain itu, pergerakan kelompok tersebut juga dipantau di area Kota Timika.

''Pengelolaan keamanan yang di atas (wilayah pegunungan Mimika) termasuk di area kota tentu merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Penanganan juga kami lakukan termasuk di area kota Timika,'' kata Kapolda Boy Rafli di Timika. Demikian dikutip dari Antara, Selasa (24/10).

Menurutnya, keberadaan KKB merupakan ancaman yang harus diantisipasi secara konsisten. Hal itu dimaksudkan agar tidak lagi ada korban-korban lain terutama dari pihak masyarakat sipil.

''Tentu di wilayah perkotaan tentu harus disikapi dari semua ancaman termasuk mereka yang menggunakan senjata api,'' ujarnya.

Kepolisian terus mengedepankan upaya-upaya deteksi dan selalu siap siaga untuk menghadapi semua situasi yang terjadi di dua kondisi yang berbeda yaitu wilayah pegunungan dan perkotaan.

''Jadi di kota juga demikian. Hal ini kita upayakan agar dua medan karakteristik yang berbeda ini bisa kita kelola dengan sama baiknya,'' ujar Boy Rafli. ***

loading...
Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww