Bayi 3 Bulan Tewas Setelah Ditelungkupkan, Ditimpa Bantal dan Diduduki Ibunya Satu Jam

Bayi 3 Bulan Tewas Setelah Ditelungkupkan, Ditimpa Bantal dan Diduduki Ibunya Satu Jam
Kapolres Garut, AKBP Novri Turangga menunjukkan barang bukti baju dan alas bayi yang digunakan Cucu untuk menghilangkan nyawa anak kandungnya, Ismail, saat gelar perkara di Mapolres Garut, Selasa (24/10/2017). (tribunnews.com)
Selasa, 24 Oktober 2017 19:05 WIB
GARUT - Nasib tragis menimpa seorang bayi berusia 3 bulan di Garut. Bayi bernama Muhammad Ismail itu tewas, setelah ditelungkupkan, kemudian ditimpa dengan bantal dan diduduki ibunya, Cucu (27), selama satu jam.

Ismail diketahui tewas setelah ibunya menyerahkan diri ke Mapolsek Karangpawitan. Warga Kampung Patrol RT 3/3, Desa Sindangpalay, Kecamatan Karangpawitan itu menyerahkan diri ke Mapolsek sekitar pukul 15.00 WIB. Petugas yang menerima laporan lalu menyambangi rumah pelaku.

Ketua RT 3, Ade Suryana mengatakan ia baru mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 16.00 WIB setelah Kapolsek Karangpawitan datang ke rumah pelaku. Saat itu, Ade belum mengetahui jika Ismail telah meninggal dunia.

Cucu dan suaminya, Enjang (46) baru saja menempati rumah mereka di Kampung Patrol, RT 3/3, Desa Sindangpalay, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, beberapa hari lalu.

Ketua RT 3, Ade Suryana, menyebutkan Enjang yang baru pulang bekerja sebagai buruh bangunan belum mengetahui jika anak laki-lakinya itu tewas.

Enjang bahkan membawa kue yang akan diberikan kepada anaknya. ''Suaminya juga lagi beres-beres rumah karena memang baru pindahan. Pak Enjang juga bingung karena istrinya tidak di rumah. Padahal anaknya ada di kamar,'' ujar Ade, Senin (23/10/2017).

Rumah Enjang berada di ujung gang yang dikelilingi kebun.

Rumah tersebut baru selesai dibangun dan ditempati Enjang beserta keluarganya. Sebelumnya Enjang mengontrak rumah di sebrang jalan rumahnya saat ini.

Tak ada kecurigaan dari warga terhadap perilaku Cucu. Sehari-hari Ucu juga sering bersosialisasi dengan warga.

''Anaknya juga aktif. Suka dibawa main sama ibunya. Jadi saya kaget setelah dapat kabar dari polisi,'' katanya.

Kapolsek Karangpawitan, Kompol Oon Suhendar membenarkan adanya kasus pembunuhan yang dilakukan ibu kandung terhadap anaknya tersebut. Kasus itu telah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Garut.

''Betul memang ada. Kami menerima laporan sekitar pukul 16.00. Ibunya masih diperiksa PPA,'' katanya.

Sudah Direncanakan

Kepolisian menduga Cucu sudah merencanakan menghilangkan nyawa anak keduanya itu sehari sebelumnya. Cucu pun tak menunjukkan ekspresi sedih setelah membunuh bayinya.

Kapolres Garut, AKBP Novri Turangga mengatakan, dari keterangan pelaku, Ismail merupakan anak yang baik dan tidak rewel. Hal itu disampaikan langsung pelaku kepada penyidik saat menjalani pemeriksaan.

''Kami masih menyelidiki latar belakangnya. Kenapa sampai tega ibu ini menghilangkan nyawa anaknya sendiri,'' ujar Novri saat memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolres Garut, Selasa (24/10/2017). Menurut Novri, Ismail tewas setelah ditelungkupkan oleh pelaku lalu ditimpakan bantal di atas badannya. Pelaku kemudian menduduki Ismail selama satu jam.

Walau Ismail menangis, diakui Novri pelaku terus melanjutkan aksinya. ''Yang sedikit aneh itu anaknya sudah merintih tapi masih tetap diduduki oleh pelaku sampai korban meninggal,'' ucapnya.

Pelaku lalu membersihkan darah yang keluar dari hidung anaknya tersebut. Setelah itu, tubuh Ismail dikembalikan dalam posisi tertidur dan ditutupi selimut agar seolah-olah tertidur.

''Hari ini akan kami periksa kejiwaannya. Bisa jadi motif ekonomi jika lihat kondisi keluarganya. Tapi belum bisa dipastikan,'' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww