Pasien Sedang Dibius Jadi Korban Pelecehan Seksual di Rumah Sakit

Pasien Sedang Dibius Jadi Korban Pelecehan Seksual di Rumah Sakit
Ilustrasi. (merdeka.com)
Senin, 16 Oktober 2017 10:48 WIB
BANDA ACEH - Seorang pasien yang belum sadar karena masih dalam pengaruh bius, menjadi korban pelecehan seksual di Rumah Sakit Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh.

Dikutip dari merdeka.com, seorang pasien wanita, Anggrek (17), bukan nama sebenarnya, terbaring lemas pascaoperasi THT RSUZA Banda Aceh. Dia tak sendiri, ada beberapa pasien lainnya yang belum siuman usai operasi karena pengaruh obat bius.

Ruang isolasi itu tidak ada dokter atau perawat saat kejadian. Sedangkan pihak keluarga belum diperbolehkan masuk ke ruang tertutup itu. Namun siapa sangka, ada 'predator' yang masuk kemudian berbuat tidak senonoh kepada seorang pasien anak di bawah umur yang baru selesai menjalani operasi ringan THT belum siuman.

Predator seksual itu dilakukan oleh pegawai kontrak rumah sakit plat merah bertaraf internasional ini. Pelaku adalah petugas kebersihan yang berbuat tak layak dipuji, yaitu melakukan pelecehan seksual terhadap seorang pasien yang masih sedang dipengaruhi oleh obat bius.

Pelaku berinisial SR (19), jenis kelamin laki-laki, warga salah satu gampong di Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh. Kabarnya, usai kejadian itu, pelaku sudah dipecat oleh pihak manajemen RSUZA, Banda Aceh. Namun pihak keluarga korban meminta tragedi ini harus diselesaikan sesuai hukum yang berlaku.

Saat kejadian, Kamis (5/10) siang lalu sekira pukul 12.30 WIB. Korban tak kuasa melawan perbuatan bejat pelaku. Suasana sepi, dengan mudah dipergunakan kesempatan itu oleh pelaku, apa lagi korban masih belum siuman karena pengaruh obat bius.

Melihat korban terbaring lemas, pelaku kemudian melakukan perbuatan bejatnya. Saat kejadian pertama, tirai masih terbuka.

Tak puas di situ, pelaku kemudian menutup tirai yang ada di ruang isolasi itu. Saat itulah, pelaku kembali melakukan pelecehan seksual. Pelaku bahkan membuka baju korban dan melakukan hingga menggunakan mulutnya.

Baru kemudian pelaku menghentikan perbuatannya setelah korban terbatuk, karena mau siuman. Korban hendak meronta, tetapi apa daya tak memiliki kekuatan. Korban hanya mengenal pakaian yang dipergunakan pelaku, sedangkan wajah pelaku sama sekali tak dikenalinya.

''Menurut pengakuan Anggrek (bukan nama sebenarnya), baru berhenti setelah keponakan saya itu batuk dan dia langsung lari,'' kata ibu korban, RY (34), Sabtu malam (14/10) di Banda Aceh.

Keluarga korban berkeinginan kasus pelecehan seksual ini harus diusut tuntas oleh pihak kepolisian. Tidak hanya cukup pelaku dipecat dari rumah sakit, tetapi harus ada hukuman yang setimpal agar menjadi pelajaran masa yang akan datang.

Kata ibu korban, modusnya pelaku masuk ke ruang perawatan korban pascaoperasi pura-pura memperbaiki selang oksigen. Setelah itu, pelaku langsung melancarkan perbuatan tak senonoh kepada korban.

Kasus ini sekarang sudah ditangani oleh Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Aceh, setelah keluarga korban membuat laporan, Senin (9/10) lalu. Namun, hingga sekarang pelaku belum ditahan, karena masih sedang dilakukan penyelidikan untuk pendalaman kasus ini.

''Kasus ini sudah kami laporkan ke Polda Aceh,'' kata RY.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww