Main di Jembatan Gantung Saat Umat Islam Shalat Jumat, 27 Siswa SMP Tercebur ke Sungai Sedalam 5 Meter

Main di Jembatan Gantung Saat Umat Islam Shalat Jumat, 27 Siswa SMP Tercebur ke Sungai Sedalam 5 Meter
Ilustrasi jembatan gantung. (liputan6.com)
Jum'at, 13 Oktober 2017 19:54 WIB
BENGKULU - Sebanyak 27 siswa SMP Negeri 8 Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, tercebur ke sungai sedalam 5 meter di Desa Lubuk Ubar, Rejang Lebong, Jumat (12/10/2017) siang.

Para siswa tersebut tercebur karena jembatan gantung yang melintas di atas sungai tersebut putus. Beruntung tak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut.

Menurut saksi mata, Yoga Prayoga (25) warga Dusun I Desa Lubuk Ubar, kejadian itu terjadi sekitar pukul 12.10 WIB saat warga tengah melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Darul Iman yang letaknya tidak jauh dari jembatan gantung yang putus tersebut.

''Saat kejadian, khatib di masjid sedang membacakan khotbahnya, tiba-tiba terdengar suara yang cukup keras dari arah jembatan. Warga di sekitar jembatan langsung berhamburan keluar dan mengatakan jembatan gantung putus,'' katanya, dilansir Antara.

Sebelum jembatan gantung ini terputus, Yoga mengaku melihat puluhan anak-anak SMP terlihat sedang bermain di atas jembatan.

Saat tali sling baja jembatan terputus, puluhan anak-anak sekolah ini berjatuhan masuk ke dalam sungai. Yoga langsung terjun ke sungai guna menyelamatkan mereka satu persatu.

Sementara itu, Ramaini pembina Osis SMP Negeri 8 Rejang Lebong langsung mendatangi lokasi kejadian. Dari pendataan yang dilakukannya setidaknya ada 27 anak yang terjatuh ke dalam Sungai Musi.

''Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, walau sebelumnya sempat ada yang cedera ringan dan sempat dibawa ke rumah sakit tapi semuanya sudah kembali ke rumah. Anak-anak yang menjadi korban ini berasal dari kelas VIII dan IX,'' ujarnya.

SMPN 8 Rejang Lebong sendiri, tambah dia, saat ini mulai menerapkan 'full day school' sehingga setiap hari Jumat, anak-anak ini akan melaksanakan Shalat Jumat di masjid yang tidak jauh dari sekolah mereka.

Sedangan, Kepala Desa Lubuk Ubar, Harpin saat dimintai keterangan menjelaskan kondisi jembatan gantung di desa itu sebelumnya masih bagus. Papannya baru diganti dengan yang baru. Jembatan gantung ini dibangun pada 1992 lalu dan pada 2015 sempat direhabilitasi.

Jembatan sepanjang 25 meter itu digunakan warga untuk pergi ke kebun mereka yang berada di seberang sungai. Selain itu, di seberang sungai ini bermukim 10 keluarga warga Desa Lubuk Ubar.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww