Wartawati Cantik Dimutilasi, Polisi Temukan Potongan Kepalanya di Laut

Wartawati Cantik Dimutilasi, Polisi Temukan Potongan Kepalanya di Laut
Kim Wall, wartawati korban mutilasi. (liputan6.com)
Senin, 09 Oktober 2017 09:23 WIB
KOPENHAGEN - Jurnalis Swedia, Kim Wall, hilang sejak Agustus 2017 lalu. Belakangan polisi meyakini, jurnalis berparas cantik itu menjadi korban mutilasi, setelah potongan tubuhnya ditemukan di perairan Denmark.

Misteri kematian Kim Wall semakin terang, karena baru-baru ini ditemukan potongan tubuh lain milik jurnalis Swedia itu. Termasuk kepalanya yang ditemukan dalam kondisi telah rusak. 

Wartawan lepas itu terakhir kali terlihat hidup pada tanggal 10 Agustus ketika dia pergi untuk mewawancarai Peter Madsen di kapal selam milik pria tersebut.

Pria asal Denmark itu adalah seorang insinyur penerbangan, pembuat kapal selam, dan juga pengusaha. Ia telah didakwa atas pembunuhan Wall.

Melansir The Guardian pada Minggu (8/10/2017) tubuh Wall yang terpotong ditemukan 12 hari setelah ia menaiki kapal selam buatan Madsen untuk wawancara.

Penyelidik polisi Jens Møller Jensen mengatakan bahwa penyelam telah menemukan kepala dan kaki Wall, juga pakaian dan sebuah pisau ditemukan dalam kantong plastik bersama ''sejumlah logam berat'' untuk membuat potongan tubuh dan barang lainnya tenggelam.

''Kemarin pagi kami menemukan tas yang berisi baju Kim Wall, baju dalammnya, stocking, dan sepatu. Di dalam tas yang sama kami menemukan sebuah pisau dan beberapa pipa besi mobil yang diduga digunakan sebagai alat pemberat,'' kata Jensen pada Sabtu 7 Oktober 2017.

''Pemeriksaan postmortem memastikan bahwa kepala itu milik Wall dan menunjukkan tidak ada tanda patah tulang atau tanda kekerasan tumpul lainnya pada tengkorak,'' kata Jensen.

Bagian tubuh ditemukan pada hari Jumat, tak jauh dari tempat tubuh telanjangnya ditemukan pada tanggal 22 Agustus, di dekat pantai Kopenhagen. Lengan Wall masih hilang. Penyebab kematian hingga kini belum ditetapkan.

Madsen, 46, bersikeras bahwa Wall meninggal setelah secara tidak sengaja menabrak kepalanya dengan besi di kapal selam. Namun sebuah pengadilan di Kopenhagen menyebut ada 15 luka tusukan di tubuh jurnalis itu.

Sebuah penggalangan dana untuk mengenang jurnalis yang kerap mendapat penghargaan itu telah terkumpul lebih dari US$ 90.000 dari target $ 100.000 sejak diluncurkan oleh teman dan keluarganya.

Dana itu akan digunakan untuk hibah kepada siapapun wartawan wanita yang menulis cerita subkultur, menurut situs Remembering Kim Wall.

Kim Wall,  jurnalis lepas untuk Guardian dan New York Times, dilaporkan hilang oleh pacarnya pada dini hari 11 Agustus ketika dia tak kunjung kembali dari wawancara terakhirnya di kapal selam dengan Madsen.

Ketika kapal selam itu ditemukan, Madsen berhasil diselamatkan sesaat sebelum kapal tersebut tenggelam, dan kemudian ditangkap.

Mandsen awalnya mengklaim telah menurunkan Wall dengan selamat di Kopenhagen. Namun belakangan ia mengubah pernyataan dengan mengatakan bahwa telah terjadi ''kecelakaan mengerikan''. Madsen juga mengklaim telah mengubur Wall di laut, bersikeras bahwa tubuhnya masih utuh pada saat itu.

Pengadilan juga telah mendengar ada rekaman wanita lainnya yang dicekik dan dipenggal kepalanya yang ditemukan di hard drive yang diyakini milik Madsen

Pengacara Madsen, Betina Hald Engmark, mengatakan kepada Reuters bahwa dia telah diberitahu tentang bagian-bagian tubuh dan pakaian telah ditemukan, namun menolak untuk berkomentar lebih lanjut.

Madsen akan tampil di pengadilan kembali pada 31 Oktober.

Kronologi Hilangnya Kim Wall

Kim Wall (30) adalah seorang jurnalis freelance yang telah menulis untuk Guardian, New York Times, dan South China Morning Post.

Ia dilaporkan menghilang oleh kekasihnya pada 11 Agustus 2017. Kekasihnya melaporkan hal tersebut setelah Wall tak kunjung kembali dari perjalanan menggunakan kapal selam, Nautilus, yang dibuat oleh Peter Madsen.

Perjalanan pada 10 Agustus pukul 19.00 itu dilakukan Wall untuk mengumpulkan bahan tulisan tentang Peter Madsen dan Nautilus. Kapal selam itu dibangun pada 2008 dengan menggunakan crowdfunding atau penggalangan dana.

Keesokan harinya, 11 Agustus, Nautilus terlihat dari sebuah mercusuar di selatan Jembatan Oresund yang menghubungkan Denmark dengan Swedia. Kapal selam itu terlihat beberapa jam setelah hilangnya Wall dilaporkan.

Namun 30 menit setelah terlihat, yakni pada pukul 11.00, kapal selam itu tenggelam.

Selama 10 hari, pencarian Wall terus dilakukan. Pada 21 Agustus 2017, seorang pesepeda menemukan sebuah potongan tubuh di pantai dekat Koge Bay.

Keesokan harinya, polisi mengatakan bahwa lengan, kaki, dan kepala pemilik tubuh itu sengaja dimutilasi. Pada 23 Agustus, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa torso itu adalah milik Wall.

Sementara itu pengacara Madsen, Betina Hald Engmark, mengatakan bahwa kabar soal konfirmasi torso itu tak mengubah posisi kliennya. Ia masih tetap mengatakan bahwa Wall tewas akibat kecelakaan.

Polisi Kopenhagen memeriksa kembali kasus-kasus lama, sebagaimana standar penyelidikan harus dilakukan. Kasus tersebut termasuk kematian seorang perempuan Jepang berusia 22 tahun.

Serupa dengan kasus Wall, torso perempuan itu ditemukan di pelabuhan Kopenhagen pada 1986. Kasus tersebut hingga hari ini belum terpecahkan.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww