Abaikan Larangan Madrid, Catalan Bersiap Gelar Referendum Kemerdekaan

Abaikan Larangan Madrid, Catalan Bersiap Gelar Referendum Kemerdekaan
Ilustrasi
Senin, 02 Oktober 2017 08:10 WIB
BARCELONA - Puluhan ribu warga Catalan diperkirakan akan menentang pihak berwenang Spanyol dan berusaha untuk memilih dalam referendum kemerdekaan yang dilarang pada hari Minggu (1/10/2017). Hal ini meningkatkan kekhawatiran akan kerusuhan di wilayah timur laut yang kaya raya.

Referendum tersebut, yang dinyatakan ilegal oleh pemerintah pusat Spanyol, telah membuat negara ini memasuki krisis konstitusional terburuk dalam beberapa dasawarsa. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan kekerasan jalanan sebagai ujian kemauan antara Madrid dan Barcelona.

Sebagai pertanda bagaimana pemungutan suara yang direncanakan telah memolarisasi negara tersebut, ribuan demonstran pro-persatuan berkumpul di kota-kota besar Spanyol, termasuk Barcelona, untuk mengekspresikan perlawanan keras mereka terhadap usaha Catalonia untuk melepaskan diri.

Di wilayah itu sendiri, ratusan pendukung referendum menghabiskan hari bersama anak-anak mereka bermain sepak bola, permainan papan dan pingpong di sekolah-sekolah, yang secara tradisional digunakan sebagai tempat pemungutan suara di Spanyol, agar tetap terbuka sampai pemungutan suara dimulai pukul 09:00 waktu setempat pada hari Minggu.

Pemerintah mengatakan hanya sebagian kecil sekolah yang ditempati, bagaimanapun, dan telah memastikan bahwa sebagian besar dari 2.300 yang dialokasikan untuk pemungutan suara ditutup.

Di tempat mereka berkumpul, orang tua membawa kantong tidur dan bersiap untuk tidur di tikar gym.

"Kami tidak mengerti mengapa kita tidak bisa mengekspresikan secara damai ekspresi demokrasi yang paling sederhana - sebuah pemungutan suara," kata Pablo Larranaga, saat ia berdiri di sebuah sekolah di Barcelona yang dikelilingi oleh orang tua dan anak kecil.

"Kami tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Kami akan mencoba memilih satu-satunya cara yang kami tahu, yaitu dengan damai," imbuhnya seperti dikutip dari Reuters.

Masih belum jelas apakah referendum akan berlanjut meski ada anggapan pemerintah daerah bahwa hal itu akan berlanjut dan desakan Madrid akan menghalangi langkah tersebut.

Surat suara tersebut tidak memiliki status hukum karena telah diblokir oleh Mahkamah Konstitusi dan Madrid Spanyol karena bertentangan dengan konstitusi 1978.

Sebuah jajak pendapat menunjukkan bahwa mayoritas warga Catalan ingin mengadakan referendu, namun hanya 40 persen warga Catalan atau minoritas yang menginginkan kemerdekaan. Wilayah yang berpenduduk 7,5 juta jiwa ini memiliki ekonomi lebih besar dari Portugal.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww