Memilukan, Ibu di Lampung Gendong Jenazah Bayinya Naik Angkot karena RS Tolak Antarkan Pakai Ambulans

Memilukan, Ibu di Lampung Gendong Jenazah Bayinya Naik Angkot karena RS Tolak Antarkan Pakai Ambulans
Seorang ibu sambil menangis menggendong jasad bayinya dalam angkot. (merdeka.com)
Kamis, 21 September 2017 16:31 WIB
BANDAR LAMPUNG - Kisah memilukan ini terjadi di Lampung. Seorang ibu, sambil berurai air mata, menggendong jenazah bayinya naik angkutan kota (angkot). Bayinya baru saja meninggal setelah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Provinsi Lampung.

Cerita menggetarkan jiwa ini viral di media sosial setelah diposting akun Instagram seputar_lampung.

Disebutkan, si ibu terpaksa menggendong jasad bayinya setelah tidak mendapatkan fasilitas ambulans. Bayi berumur satu bulan disebut-sebut meninggal setelah menjalani operasi di rumah sakit.

''Seorang ibu asal Kotabumi, Lampung Utara, terisak di dalam angkot jurusan Tanjungkarang-Rajabasa sembari menggendong mayat putrinya yang baru saja meninggal setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSUAM) Bandar Lampung, Rabu (20/9/2017) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Tidak banyak keterangan yang bisa dikorek dari si ibu karena dia sedang berduka dan terus menangis. Ia hanya bilang putrinya masih berumur sekitar 1 bulan, meninggal setelah operasi.

Sayangnya, pihak rumah sakit tidak bersedia mengantarkannya pulang menggunakan ambulans, tanpa alasan yang jelas.

''Saya terpaksa menggendong sendiri jenazah putri kami dan pulang dengan angkutan umum karena pihak rumah sakit tidak bersedia mengantarkan dengan ambulans,'' ujar ibu tersebut, menolak menyebutkan namanya.

Ibu itu menduga, kemungkinan dirinya tidak mendapat layanan ambulans karena sang putri hanya berobat menggunakan fasilitas BPJS.

Benarkah pasien BPJS tidak berhak mendapat layanan ambulans? Atau seperti apa prosedur mendapatkan layanan ambulans dari RSUAM? (tanya lho, ya...)" begitu keterangan yang melengkapi dua postingan foto ibu tersebut."

Pihak rumah sakit yang dihubungi mengaku bagian yang secara khusus menjawab persoalan tersebut sedang libur karena bertepatan dengan tanggal merah.

Terpisah, Humas Kementerian Kesehatan, Busroni, saat dihubungi merdeka.com, mengaku sudah mendengar kabar tersebut. Namun dia belum bisa memberikan keterangan lebih jauh karena kejadian itu sendiri sedang diaudit pihak Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

''Dapat laporan secara resmi belum, tapi sudah lihat di berita-berita, kita sudah konfirmasi dan mereka sedang melakukan audit dan kita tunggu saja informasinya. Meskipun seharusnya pihak rumah sakit dan Dinas Kesehatan setempat yang memberikan penjelasan sebagai pengelola,'' kata Busroni, Kamis (21/9).

Namun dia memastikan, seluruh rumah sakit pastinya menyediakan jasa ambulans apalagi untuk rumah sakit pemerintah.

''Nah sekarang butuh kita ketahui dia pasien BPJS atau bukan, dan kadang ada pula keluarga yang ingin membawa jasad anggota keluarga mereka sendiri,'' jelasnya.

Andai kata ditemukan pelanggaran terkait kasus di Lampung tersebut, kata dia, yang bertanggungjawab menindak tentunya Dinas Kesehatan setempat

''Karena dia yang bertugas mengaudit dan melakukan investigasi, sebagai pemberi izin, dan melakukan evaluasi serta mengawasi,'' katanya.

"Nah kalau ada hubungan dengan medis, profesi maka melalui rumah sakit, maka itu kita lihat dulu kasusnya," tegas dia. ***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww