Kebakaran Pesantren yang Tewaskan 21 Santri Ternyata Disengaja, 7 Pelaku Ditangkap Polisi

Kebakaran Pesantren yang Tewaskan 21 Santri Ternyata Disengaja, 7 Pelaku Ditangkap Polisi
(tempo.co)
Minggu, 17 September 2017 09:13 WIB
KUALA LUMPUR - Sebanyak 21 santri dan 2 pegawai tewas akibat kebakaran yang melanda Pondok Pesantren Tahfiz Darul Quran Ittifaqiyah di Kuala Lumpur, Malaysia, beberapa hari lalu.

Awalnya polisi menduga kebakaran ini disebabkan arus pendek, namun belakangan polisi Malaysia menangkap 7 remaja laki-laki yang dicurigai sengaja membakar  pondok pesantren tersebut.

Kepala polisi Kuala Lumpur Amar Singh pada Sabtu, 16 September 2017 mengatakan anak laki-laki berusia 11 sampai 18 tahun, ditangkap pada Jumat malam, 15 September 2017 setelah wajah mereka terekam dalam CCTv rumah yang bertetangga dengan pondok pesantren itu.

Pondok pesantren Tahfiz Darul Quran ittifaqiyah terbakar menjelang fajar pada hari Kamis, 14 September 2017. Dalam bangunan pondok pesanteren berlantai tiga itu,  menewaskan 2 orang dewasa dan 21 siswa, berusia antara 6 dan 17 tahun.

''Dari penyelidikan kami, motif di balik kenakalan tersebut disebabkan oleh kesalahpahaman setelah para tersangka dan beberapa siswa tahfiz saling mengejek beberapa hari sebelum kebakaran,'' kata Singh, seperti yang dilansir CBS News pada 16 September 2017.

Singh mengatakan 6 dari 7 tersangka tersebut terbukti positif menggunakan narkoba. Dua di antaranya telah ditahan sebelumnya, dan satu di antaranya dikenai tuduhan pencurian kendaraan, satu lagi untuk kerusuhan.

Dia mengatakan bahwa anak-anak itu menggunakan 2 tangki gas untuk membakar pesantren tersebut.

Singh mengatakan ke 7 orang tersebut adalah anak putus sekolah dan akan menjalani pemeriksaan polisi selama seminggu. Menurut Sing, kasus pembakaran pondok pesntren ini diklasifikasikan sebagai pembunuhan dan kerusakan.

Temuan lain, menurut Singh,  sekolah tersebut sedang diselidiki karena melanggar peraturan keselamatan gedung.

Pondok pesantren itu juga beroperasi tanpa izin dan tanpa lisensi kebakaran. Tembok pemisah secara ilegal dibangun di lantai paling atas yang menghalangi korban dari jalan keluar kedua.

Media lokal melaporkan ada lebih dari 500 pondok pesantren  tahfiz yang terdaftar di seluruh negeri namun banyak lagi yang diyakini tidak terdaftar.

Data dari Pemadam Kebakaran menunjukkan bahwa 1.083 kebakaran menyerang sekolah agama di Malaysia dalam dua tahun terakhir.

Bencana terburuk terjadi pada tahun 1989 ketika 27 siswa perempuan di sebuah sekolah Islam di negara bagian Kedah meninggal saat kebakaran memusnahkan sekolah dan delapan hostel kayu.***

Editor:hasan b
Sumber:tempo.co
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww