Pemuda Muhammadiyah: Umat Islam Jangan Berkecil Hati, Walau Banyak Pencibir Aksi Bela Rohingya

Pemuda Muhammadiyah: Umat Islam Jangan Berkecil Hati, Walau Banyak Pencibir Aksi Bela Rohingya
Ribuan peserta mengalir ke kawasan Lapangan Monas untuk melakukan aksi solidaritas Rohingya, Sabtu (16/9). (republika.co.id)
Sabtu, 16 September 2017 17:31 WIB
JAKARTA - Banyak pihak mencibirkan aksi membela Muslim Rohingya yang dilakukan umat Islam di Indonesia, namun umat Islam diimbau tidak berkecil hati atas cibiran tersebut.

Imbauan itu disampaikan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak ketika berorasi di depan massa Aksi Bela Rohingya 169 di depan patung kuda, Monas Jakarta Pusat, Sabtu (16/9).

''Tidak perlu berkecil hati kalau ada orang lain merendahkan perjuangan yang telah dilakukan Muslim di Indonesia untuk Rohingya. Karena orang yang mencibir perjuangan kemanusiaan tidak memiliki semangat kebersamaan,'' kata Dahnil.

Dia pun menyerukan umat Islam untuk bersatu. Tidak hanya menyuarakan solidaritas untuk Myanmar tetapi juga memelihara ukhuwah islamiah antarumat Islam di Indonesia dan seluruh dunia.

''Mari kita satukan perjuangan agar pembantaian, pembersihan etnis Rohingya bisa dihentikan. Semoga apa yang telah kita lakukan dapat meringankan penderitaan sodara-sodara kita di sana,'' ujarnya.

Dahnil juga meminta pemerintah Indonesia meningkatkan diplomasi dengan Myanmar. Sebab, dia menilai, diplomasi lembut (soft diplomacy)yang dilakukan oleh pemerintah selama ini tidak berhasil menghentikan kekerasan pemerintah dan militer Myanmar terhadap etnis Rohingya di Rakhine. 

''Jadi sikap terang, sikap tegas itu harus ditunjukkan kepada Myanmar. Presiden Indonesia harus berani mengatakan stop kekerasan di Myanmar,'' katanya.

Dia mendorong Presiden Joko Widodo mengajak kepala negara di seluruh dunia untuk mendesak penghentian kekerasan dan penindasan terhadap Rohingya. 

Ketua Umum Pemuda Persis Ustaz Eka Permana Habibilah juga mengutarakan hal serupa dalam orasinya. Dia meminta agar Pemerintah Indonesia tidak hanya melakukan soft diplomacy namun juga gerakan-gerakan yang dapat mengurangi penderitaan etnis Rohingya di Rakhine. 

''Sebagai negara muslim terbesar di dunia dapat menunjukkan kontribusinya. Artinya, Indonesia mampu menyetop genosida di sana,'' katanya.

Eka Permana meminta umat Islam dan pemerintah Indonesia tetap semangat mengurangi penderitaan etnis Rohingya. Dia mengatakan, jangan sampai semangat rakyat Indonesia dalam membantu Myanmar berkurang sehingga membuat kekerasan di Rakhine Myanmar semakin meningkat.

Pengunjuk rasa lain yakni Eka Jaya dalam orasinya  mengatakan kekerasan terhadap etnis Rohingya masih terus terjadi hingga Jumat (15/9) kemarin. Untuk itu, dia mendesak perwakilan Pemerintah Myanmar di RI untuk menyampaikan kepada penguasa di negerinya agar menghentikan genosida etnis Rohingya. 

Eka Jaya juga meminta Pemerintah Myanmar segera mengakui status kewarganegaraan dan memberikan jaminan keamanan sehingga etnis Rohingya dapat hidup nyaman tentram dan damai di negaranya sendiri.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan, berkumpulnya ormas Islam dalam Aksi Bela Rohingya 169 sebagai bukti tiga hal yakni iman Islam, ukhuwah Islamiyah, dan keindonesiaan. ''Bukti iman Islam. Saya dengar ada (peserta) dari Banten, dari Palembang dan dari seluruh Indonesia dan mudah-mudahan itu menjadi bukti yang dapat menjauhkan dari siksa api neraka karena ini bukti iman kita,'' kata dia.

Terkait ukhuwah islamiyah, dia mengatakan, aksi ini mampu mempersatukan umat Islam. Dia menambahkan jika umat Islam bersaru maka Islam akan jaya. ''Kalau Islam sudah jaya pasti Indonesia juga akan jaya dan ini bukti dari keindonesiaan,'' kata dia. 

Untuk dapat terus membantu penderitaan etnis Rohingya, Mardani mengajak semua masyarakat yang hadir meningkatkan kapasitas diri, pemikiran, dan keterbukaan dalam berpikir. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Mahfud Ungkap Tarif Suap Rektor UIN Rp5 Miliar, KPK Diminta Selidiki
GoSumbar.com Ditentukan Menag, Busyro Sebut Ada Potensi Suap dalam Pemilihan Rektor UIN
GoSumbar.com Orang Misterius Obrak-abrik Isi Masjid di Banyumas, 50 Kitab Kuning dan Alquran Dibuang ke Sumur
GoSumbar.com Survei Kompas; Kader Partai Pengusung Jokowi Banyak Membelot, Golkar 41,7%, Hanura 38,9% dan PKB 30,1%
GoSumbar.com Waktunya Sudah Dekat, Hampir Semua Agenda Kampanye Prabowo-Sandi Belum Dapat Izin dari Aparat
GoSumbar.com Wanita Cantik Ini Lakukan Pemerasan dengan Modus Ajak Pria Tidur di Kamar Kos
GoSumbar.com Petani Bawang yang Pernah Mengeluh Sambil Menangis di Hadapan Sandiaga Uno Ditahan Polisi
GoSumbar.com Kasus Proyek Meikarta, Demiz Pernah Lapor ke Jokowi Ada Menteri Main Bola Panas, Sebut Nama Luhut, Mendagri dan Sofyan
GoSumbar.com Survei Kompas; Prabowo-Sandi Kuasai DKI, Jabar, Banten dan Sumatera
GoSumbar.com Ditembak Kelompok Bersenjata, 1 Anggota Brimob Tewas dan 2 Terluka
GoSumbar.com Video Polisi Ajak Warga Teriak Jokowi Yes Yes Yes Viral, Polri Akan Cek Akun Penyebar
GoSumbar.com Panglima TNI Mutasi dan Promosikan 72 Pati AD, AL dan AU, Ini Daftar Lengkapnya
GoSumbar.com Tanah Wakaf yang di Atasnya Berdiri Masjid Dicaplok Warga Asing, Ribuan Jamaah Demo ke Kantor BPN
GoSumbar.com Gempa Guncang Pariaman Dinihari Tadi, Berpusat di Darat pada Kedalaman 10 Kilometer
GoSumbar.com KPK Temukan Rp180 Juta dan USD 30 Ribu dari Ruang Kerjanya, Menag: Mohon Maaf Saya Belum Bisa Klarifikasi
GoSumbar.com KPK Duga Romy dan Pejabat Kemenag Sekongkol, Sejumlah Barang Bukti Ditemukan di Ruang Kerja Menag
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Erwin Aksa Dipecat Golkar
GoSumbar.com Dukung Prabowo-Sandi, Keponakan JK Minta Maaf ke Partai Golkar
wwwwww