Memilukan, Pengungsi Muslim Rohingya Ricuh Berebut Makanan

Memilukan, Pengungsi Muslim Rohingya Ricuh Berebut Makanan
Warga Muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh untuk menghindari pembantaian oleh militer Myanmar dan kelompok Buddha Rakhine. (dok)
Jum'at, 15 September 2017 20:16 WIB
CHITTAGONG - Peristiwa memilukan terjadi di kamp penampungan Muslim etnis Rohingya di Kutupalong, Cox's Bazar, Bangladesh. Kelaparan yang dialami para pengungsi menyebabkan mereka tidak sabar dan berebut makanan, sehingga terjadi kericuhan.

Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh Rina P Soemarno mengatakan, dari informasi yang didapat ada perwakilan dari salah satu organisasi negara yang tengah membagikan makanan di kamp tersebut.

Ketika pembagian terdapat kericuhan karena ada pengungsi yang tidak mendapatkan jatah makanan. ''Sekarang kondisi di sana sedang ricuh karena masalah tadi (pembagian makanan),'' ujar Rina, Jumat (15/9).

Dengan kondisi ini, aparat keamanan yang berada di kamp dan sekitarnya tidak memperbolehkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Rohingya untuk masuk ke area pengungsi. Bantuan ini ditahan karena ditakutkan kericuhan akan timbul kembali.

Kondisi ini pun membuat tim yang akan diberangkatkan ke Cox'z Bazar dan Kamp Kutupalong harus gigit jari. Sebab, mereka belum pasti mendapatkan izin masuk ke sekitar kamp pengungsian.

Padahal keberangkatan ini terkait dengan assesment yang akan dilakukan untuk mengirim bantuan berupa barang dan personil untuk bersiaga di tempat pengungsi Rohingya.

Direktur Cepat Tanggap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Junjungan Tambunan mengatakan, BNPB bersama tim advance sebenarnya sangat ingin segera masuk ke Cox's Bazar maupun kamp Kutupalong untuk melihat secara langsung kondisi masyarakat Rohingya di sana. Namun, dari informasi yang didapat bahwa terdapat kericuhan di area tersebut maka keberangkatan tim ini pun bisa tertunda.

Junjungan menilai bahwa keamanan untuk keberangkatan ke daerah tersebut bisa jadi membahayakan tim. Sebab, belum ada jaminan secara resmi dari pihak keamanan setempat terkait kericuhan kali ini.

''Kita sebenarnya mengharapkan bisa merasa, melihat dan mendengar langsung kondisi yang ada di tempat pengungsian,'' ujarnya.

Kejadian ini pun membuat pihak kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) belum menyarankan agar tim bisa segera berangkat ke Cox's Bazar. KBRI pun saat ini masih melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah Bangladesh.

Kondisi ini juga membuat alur barang bantuan yang sudah ada di Bandara Shah Amanat, Chittagong, masih tertahan. Pemberangkatan bantuan masih menunggu kabar dari militer atau pihak keamanan Bangladesh.

Letkol Kesehatan Kasubbidsiapdikkes Biddukkes Puskes TNI Dr Mintoro Sumego MS yang masuk dalam tim advance menjelaskan bahwa pihaknya berharap bisa segera masuk ke kawasan pengungsi Rohignya. Tim kesehatan ingin sesegera mungkin mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat di sana.

''Kita ingin lihat keadaan kesehatan. Dari sana kan bisa dilihat ada penyakit seperti apa sehingga bisa dicocokan dengan obat yang akan dibawa atau dibeli di sini,'' kata Mintoro.

Pihaknya juga sudah menyiapkan tim kesehatan di Jakarta dengan jumlah cuku banyak jika memang sewaktu-waktu pemerintah Bangladesh mengizinkan bantuan ini masuk maka perawat akan langsung diterbangkan ke sini.***

Editor:sanbas
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi

GoSumbar.com Foto Jurnalis Reuter Ini Bukti Nyata Pembantaian Terhadap Muslim Rohingya di Rakhine
GoSumbar.com Lebih 40.000 Bocah Muslim Rohingya Tanpa Orangtua di Pengungsian
GoSumbar.com Semua Keluarganya Tewas Ditembak dan Dibakar Militer Myanmar, Gadis Kecil Eva Kini Sebatang Kara
GoSumbar.com Memilukan, Seorang Wanita dan 3 Bocah Rohingya Tewas Diinjak Gajah Liar di Pengungsian
GoSumbar.com Sudah Lebih Setengah Juta Muslim Rohingya Mengungsi ke Bangladesh
GoSumbar.com Militer Myanmar Bakar Lebih 60 Desa Muslim Rohingya
GoSumbar.com Amnesty Internasional: Militer Myanmar Kepung Desa, Kemudian Tembaki Muslim Rohingya dan Bakar Rumahnya
GoSumbar.com Kata Dalai Lama, Sang Buddha Akan Menolong Muslim Rohingya
GoSumbar.com Myanmar Bunuh Lebih 3 Ribu Muslim Rohingya dalam 2 Pekan Terakhir
GoSumbar.com Lolos dari Pembantaian Saat Rumahnya Diserang dan Dibakar, Muslimah Rohingya Melahirkan di Tengah Hutan
GoSumbar.com Tenggelam Saat Menyeberang ke Bangladesh, 4 Bocah Muslim Rohingya Ditemukan Tewas
GoSumbar.com Prof Abdul Hadi WM Imbau Umat Islam Waspada, Banyak Orang di Indonesia Munafik Sikapi Tragedi Muslim Rohingya
GoSumbar.com Ratusan Ribu Muslim Rohingya Terancam Kelaparan di Pengungsian
GoSumbar.com Jenderal Ini yang Paling Bertanggung Jawab atas Pembantaian dan Pemerkosaan Massal Muslim Rohingya
GoSumbar.com Myanmar Pasang Ranjau di Perbatasan Bangladesh untuk Cegah Kembalinya Muslim Rohingya
GoSumbar.com Israel Pasok Senjata, 100 Tank dan Kapal Cepat untuk Militer Myanmar yang Bantai Muslim Rohingya
GoSumbar.com Memilukan, 2 Bocah Muslim Rohingya Terkena Ledakan Ranjau dalam Pelarian ke Bangladesh, Seorang Kehilangan Sebelah Kakinya
GoSumbar.com 35 Ribu Muslim Rohingya Melarikan Diri dari Myanmar dalam Sehari Terakhir
wwwwww