Mendagri: Jangan Berobat ke Rumah Sakit yang Tidak Manusiawi

Mendagri: Jangan Berobat ke Rumah Sakit yang Tidak Manusiawi
Mendagri Tjahjo Kumolo. (lp6c)
Minggu, 10 September 2017 18:15 WIB
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengajak masyarakat memberikan sanksi sosial kepada rumah sakit yang tidak manusiawi, dengan cara tidak berobat ke rumah sakit tersebut.

''Mari beri sanksi sosial terhadap RS yang tidak manusiawi. Paling tepat adalah jangan berobat ke RS yang tidak manusiawi, berpikirnya hanya uang, uang, tanpa rasa kemanusiaan,'' tegas Tjahjo Kumolo melalui pesan singkat di Jakarta, Ahad (10/9), seperti dikutip dari liputan6.com.

Pernyataan Tjahjo berkaitan dengan kasus meninggalnya bayi berusia 4 bulan bernama Debora lantaran dalam kondisi kritis tidak ditangani secara langsung oleh salah satu rumah sakit swasta di kawasan Kalideres, Jakarta, karena pihak keluarga korban tidak dapat membayar uang muka biaya pengobatan.

Dokter dan perawat di RS tersebut tahu bayi Debora sakit parah dan harus ada tindakan gawat darurat, namun malah disarankan untuk dirujuk ke RS lain yang bekerja sama dengan BPJS. Upaya mencari RS rujukan memakan waktu cukup lama sehingga akhirnya bayi Debora meregang nyawa.

''Harusnya ditangani dulu, kalau sudah stabil bisa dirujuk. Rumah sakit yang tidak memroses pasien dalam kondisi darurat harus diberikan sanksi oleh masyarakat dan pers,'' jelas dia.

Tjahjo menegaskan semua pihak harus mencegah kasus serupa terulang kembali. Dia menilai undang-undang yang ada memang masih lemah dalam mengontrol rumah sakit semacam ini.

Sebagai satu langkah konkret, Mendagri telah memerintahkan Sekjen dan Ditjen terkait di Kemendagri untuk mengirimkan surat kepada seluruh kepala daerah, bupati dan wali kota yang ditembuskan kepada gubernur, (Senin 11/9) besok, agar pemda memonitor dan memberikan penyuluhan kepada rumah sakit umum daerah dan khususnya RS swasta untuk tidak menolak pasien yang memerlukan tindakan darurat.

''RSUD dan RS swasta wajib memberikan pengobatan kepada warga,'' kata Tjahjo. ***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww