Memilukan, 2 Bocah Muslim Rohingya Terkena Ledakan Ranjau dalam Pelarian ke Bangladesh, Seorang Kehilangan Sebelah Kakinya

Memilukan, 2 Bocah Muslim Rohingya Terkena Ledakan Ranjau dalam Pelarian ke Bangladesh, Seorang Kehilangan Sebelah Kakinya
Warga Muslim Rohingya menyeberang ke Bangladesh. (detik.com)
Selasa, 05 September 2017 18:51 WIB
DHAKA - Sungguh memilukan. Sejumlah Muslim Rohingya terkena ledakan ranjau dalam pelariannya dari Myanmar ke Bangladesh. Sebagian korban ledakan ranjau tersebut merupakan anak-anak.

Seperti dilansir AFP, Selasa (5/9/2017), penjaga perbatasan Bangladesh mengatalan, dua anak-anak Rohingya terkena ledakan yang diduga berasal dari ranjau dalam perjalanan mengungsi ke Bangladesh pada Selasa (5/9) waktu setempat. Naas, salah satu dari mereka kehilangan sebelah kakinya.

''Mereka menginjak semacam peledak pagi ini dan salah satu dari mereka kehilangan kakinya,'' tutur Komandan Penjaga Perbatasan Bangladesh, Manzurul Hasan Khan, kepada AFP.

Tidak diketahui pasti penyebab ledakan itu. Namun Khan sendiri meyakini ledakan itu dipicu oleh sebuah ranjau.

Dijelaskan Khan bahwa insiden itu terjadi masih di dalam wilayah Myanmar, namun dekat dengan perbatasan Bangladesh.

Insiden naas yang menimpa dua anak Rohingya ini terjadi setelah seorang wanita Rohingya kehilangan kakinya akibat ranjau yang meledak di area yang sama pada Senin (3/9) waktu setempat.

Hal ini memicu kekhawatiran bahwa area perbatasan Myanmar-Bangaldesh sengaja dipasangi ranjau.

Dituturkan Khan, wanita Rohingya itu dibawa ke perbatasan Bangladesh dalam kondisi kehilangan salah satu kakinya. Beberapa jam sebelumnya, penjaga perbatasan Bangladesh mendengar suara ledakan keras dari wilayah Myanmar.

Dua anak-anak dan satu wanita Rohingya itu telah dibawa ke rumah sakit setempat di Cox's Bazar, yang merupakan kota paling dekat dengan perbatasan. Ratusan ribu pengungsi Rohingya lainnya banyak ditampung di kamp-kamp pengungsian yang ada di Cox's Bazar.

Khan menyatakan, banyak pengungsi Rohingya yang masuk ke wilayah Bangladesh dengan menderita luka tembakan. Namun hingga kini masih belum diketahui pasti bagaimana situasi di Rakhine, yang banyak ditinggali warga Rohingya dan sedang dilanda konflik. Akses ke Rakhine sangat dibatasi oleh otoritas Myanmar. Sejauh ini belum ada jurnalis maupun pemantau independen yang diberi akses masuk.

Sementara penghitungan PBB menyebut sekitar 123.600 pengungsi Rohingya telah masuk ke Bangladesh sejak konflik kembali pecah pada 25 Agustus lalu. Konflik terbaru pecah setelah kelompok militan Rohingya atau ARSA menyerang puluhan pos kepolisian dan sebuah pangkalan militer Myanmar.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww