35 Ribu Muslim Rohingya Melarikan Diri dari Myanmar dalam Sehari Terakhir

35 Ribu Muslim Rohingya Melarikan Diri dari Myanmar dalam Sehari Terakhir
Muslim Rohingya mengungsi. (merdeka.com)
Selasa, 05 September 2017 18:20 WIB
NAYPYIDAWP - Sekitar 35 ribu Muslim Rongingya melarikan diri dari Myanmar dalam sehari terakhir. Total Muslim Rohingya yang mengungsi diperkiraka lebih 123 ribu orang akibat keganasan militer Myanmar di Rakhine.

Dua kamp utama PBB di Rakhine dilaporkan sangat penuh. Banyak warga Rohingya yang harus beristirahat dan berlindung di luar tempat penampungan tersebut. Termasuk jalan-jalan perlintasan.

Kekerasan terhadap warga Rohingya kembali terjadi pada 25 Agustus lalu, dengan terjadinya serangan di wilayah utara Rakhine. Sebanyak 20 pos keamanan polisi di area perbatasan Myanmar dan Bangladesh saat itu dilaporkan mendapat serangan. 

Menurut pasukan militer Myanmar, ada ratusan orang yang diyakini oleh berasal dari kelompok militan Rohingya melakukan serangan. Beberapa membawa senjata, serta menggunakan bahan peledak buatan sendiri dalam serangan itu. 

Pertempuran antara pasukan keamanan Myanmar dan penyerang kemudian terus berlanjut. Tak hanya itu, tentara negara juga melakukan operasi di desa-desa yang menjadi tempat tinggal penduduk dari etnis tersebut di sejumlah desa dan wilayah Rakhine. 

Situasi di Rakhine semakin memburuk dengan adanya laporan pembakaran desa-desa yang menjadi tempat tinggal warga Rohingya di sana.

Kelompok aktivis Human Rights Watch mengatakan, banyak bangunan dan area lingkungan warga, khususnya di Maungdaw, wilayah utara negara bagian itu yang terlihat terbakar dan ditunjukkan melalui media sosial. 

Selain itu juga terdapat puluhan warga Rohingya lainnya menyebrangi sungai di wilayah perbatasan menggunakan kapal darurat, namun beberapa di antaranya tenggelam. 

Diperkirakan sebelumnya ada 73 ribu dari mereka yang berhasil melarikan diri ke Bangladesh tiba dengan kondisi yang mengkhawatirkan. Tak sedikit yang mengalami luka parah karena tembakan dilepas oleh pasukan militer Myanmar.

Lebih dari 400 orang, yang kebanyakan berasal dari warga Rohingya tewas dalam kekerasan di Rakhine dalam satu pekan terakhir ini. Sejumlah saksi mata mengatakan pasukan militer Myanmar melakukan tindakan kejam, termasuk dengan membakar hidup-hidup masyarakat etnis tersebut yang berada di sana. 

Selama ini warga Rohingya diyakini menjadi salah satu etnis minoritas Myanmar yang kerap menjadi korban kekerasan dari pemerintah negara itu. Lebih dari 140 ribu di antaranya yang tewas sejak terjadi konflik di Rakhine, tempat kebanyakan etnis tersebut menetap.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww