Kapolsek Galang Masukkan Anaknya ke SMA Negeri 1 Medan Pakai Surat Miskin, Begini Jadinya Setelah Ketahuan Disdik Sumut

Kapolsek Galang Masukkan Anaknya ke SMA Negeri 1 Medan Pakai Surat Miskin, Begini Jadinya Setelah Ketahuan Disdik Sumut
(tribunnews.com)
Minggu, 03 September 2017 09:04 WIB
MEDAN - Ulah Kapolsek Galang AKP Marhalam Napitupulu berhasil memasukkan anaknya ke sekolah favorit, SMA Negeri 1 Medan, melalui jalur rawan melanjutkan pendidikan (RMP) atau menggunakan surat keterangan miskin.

Namun belakangan, kecurangan itu membuat heboh dan diketahui Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Utara (Sumut). Disdik Sumut kemudian memerintahkan pimpinan SMA Negeri 1 Medan mengeluarkan anak Kapolsek Galang tersebut.

Kecurangan masuk SMA Negeri 1 Medan ternyata juga dilakukan pengusaha event organizer yang juga mendaftarkan anaknya dengan cara yang sama.

''Surat untuk siswa anak kapolsek dan pengusaha pemilik Wrangler sudah kami keluarkan. Sudah diberikan ke SMAN 1 Medan. Anak tersebut harus dipindahkan. Sekarang sedang diproses,'' ujar Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Arsyad Lubis, Jumat (1/9/2017).

Kepala SMA Negeri 1 Medan, Safrimi mengakui bahwa mereka telah menerima surat dari Dinas Pendidikan Sumatera Utara untuk mengeluarkan dua siswa yang menggunakan surat miskin tersebut.

''Sudah ada surat dari Dinas Pendidikan Sumut. Kami sekarang lagi proses pengurusan pemindahan ke sekolah swasta.''

''Nanti siswa ini akan dipindahkan ke sekolah swasta rayon dari SMAN 1 Medan, kami menunggu pilihan dari kedua orangtua siswa ini, anaknya mau dipindahkan ke mana,'' ujar Safrimi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya melansir dari Tribun Medan, Marhalam Napitupulu merasa apa yang dilakukannya sah-sah saja.

Baginya, yang terpenting adalah anaknya bisa bersekolah di sekolah favorit yang ada di Medan sesuai keinginan sang anak.

''Anak saya mau sekolah di sana. Saya juga pengin anak saya sekolah di sana,'' ujar Marhalam melalui sambungan telepon seluler, Senin (7/8/2017) silam.

Marhalam memang sengaja memilih jalur tersebut karena sudah tidak ada jalur lain yang bisa meloloskan anaknya ke sekolah favorit itu.

''Anak saya tidak bisa masuk SMA 1 Medan, karena nemnya (nilai UN) rendah. Makanya saya daftarkan melalui jalur itu,'' ujarnya.

Saat disinggung bahwa jalur itu adalah untuk keluarga miskin dan anaknya telah mengambil hak orang miskin, Marlaham pun tidak ambil pusing.

''Tidak apa-apa. Ngapain saya pikirin anak orang lain. Anak sayalah yang saya pikirin,'' ujarnya.

Saat ditanya bagaimana ia bisa mendapatkan surat miskin tersebut padahal jabatannya adalah Kapolsek Galang, ia menjelaskan bahwa ada prosedur yang ia tempuh hingga ia mendapatkan surat tersebut. ''Kan ada prosedurnya, nyatanya kan keluar. Ternyata dikasih,'' ujarnya.

Apakah tidak malu menyandang predikat keluarga miskin dengan jabatannya sekarang? Menurutnya hal tersebut biasa saja. ''Nggak apa-apa. Kenapa? Ngapain sombong. Saya orang susah kok,'' ujarnya.***

Editor:hasan b
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww