Ribuan Muslim Rohingya Sambut Idul Adha dalam Ketakutan, Terjebak di Tengah Konflik Bersenjata

Ribuan Muslim Rohingya Sambut Idul Adha dalam Ketakutan, Terjebak di Tengah Konflik Bersenjata
Muslim Rohingya. (sindonews)
Kamis, 31 Agustus 2017 19:22 WIB
RAKHINERibuan warga Muslim Rohingya di Rakhine Myanmar harus menyambut Idul Adha 1438 H dalam ketakutan. Mereka terjebak di tengah konflik bersenjata antara militer Myanmar dengan militan Rohingya.

 

Dikutip dari sindonews.com, penderitaan akibat kekurangan makanan adalah kondisi sehari-hari yang dialami etnis Rohingya. Sebagian rumah kaum Rohingya hangus dibakar militer.

 Karena terus mendapat teror, banyak etnis Muslim Rohingya yang memutuskan untuk melarikan diri ke luar negeri. Salah satu negara yang dituju adalah Bangladesh.

Desak PBB

Sementara itu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dilaporkan mendesak PBB untuk memberikan tekanan kepada pemerintah Myanmar atas kekerasan di negara bagian Rakhine yang dihuni etnis Rohingnya.

Desakan itu disampaikan saat Erdogan melakukan pembicaraaan dengan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Gutteres.

Menurut sumber kepresidenan Turki, dalam pembicaraan melalui telepon itu, Erdogan menekankan pentingnya intervensi PBB dan masyarakat internasional untuk menghentikan krisis tersebut. 

Pemimpin Turki tersebut juga mengaku tidak dapat menerima fakta, bahwa pasukan keamanan Myanmar menyerang Muslim Rohingya yang tidak berdosa atau menggunakan kekuatan yang tidak proporsional terhadap warga sipil.

Erdogan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Kamis (31/8), juga mengatakan, Turki memberikan bantuan kemanusiaan, dan siap memberikan bantuan lebih lanjut di wilayah tersebut.

Dia lalu menyampaikan, Turki juga berhubungan dengan organisasi seperti United Nations High Commissioner for Refugees (UNHR), Organisasi Kerjasama Islam (OKI), dan negara-negara yang relevan seperti Amerika Serikat (AS), Malaysia, Indonesia, Thailand dan Bangladesh mengenai hal ini.

Sementara itu, pada gilirannya, Guterres menyampaikan terima kasih kepada Erdogan atas kepekaannya terhadap masalah ini, dan memberikan informasi tentang kerja, dan kontak yang sedang berlangsung yang didirikan untuk mengakhiri krisis kemanusiaan di Myanmar.

Sumber itu menambahkan, Erdogan dan Guterres setuju untuk tetap berhubungan untuk bekerja sama dalam menyelesaikan krisis.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww