Disangka Muslim, Rumah Keluarga Penganut Hindu Dirusak dan Digambar Kemaluan

Disangka Muslim, Rumah Keluarga Penganut Hindu Dirusak dan Digambar Kemaluan
Rumah keluarga Hindu dirusak karena disangka Muslim. (merdeka.com)
Selasa, 29 Agustus 2017 19:13 WIB
LONDON - Satu keluarga menjadi korban teror kelompok pembenci Islam di Stapleton Avenue, Inggris. Rumahnya dirusak dan dicoret-coret.

Teror itu membuat keluarga asal Sri Lanka yang baru saja pindah dari London Liverpool tersebut menjadi sangat ketakutan.

Di bagian depan rumah, pelaku vandalisme menulis tulisan ''Allar Akbar'' yang maksudnya ejaan tulisan ''Allahu Akbar''. Padahal penghuni rumah bukanlah penganut agama Islam. Mereka juga menggambar kelamin dan merusak jendela rumah.

''Saya sebelumnya tinggal di London selama 11 tahun. Kami pindah ke sini agar bisa dekat dengan adik laki-laki saya. Belum pernah saya melihat yang seperti ini,'' kata pemilik rumah yang menolak menyebutkan namanya, seperti dilansir dari laman metro.co.uk, Selasa (29/8).

''Kami bahkan bukan orang Muslim. Kami penganut agama Hindu dan kami juga membenci para teroris,'' tambahnya.

Gara-gara insiden itu, penghuni rumah itu berencana untuk pindah dari tempat tersebut.

Meski tulisan-tulisan rasis itu sudah dihapus dan jendela yang dirusak juga telah direnovasi, namun dia tetap takut kejadian akan terulang kembali dan mengancam keselamatan keluarganya.

''Saya sangat kesal dan takut sekarang. Saya punya istri dan tiga anak kecil karena itu kami memutuskan untuk pindah,'' ungkapnya.

Sementara itu, polisi setempat yang mendapat laporan berencana mengusut pelaku vandalisme ini dan melakukan tindakan terhadapnya.

''Kami tidak akan mentolerir kebencian yang berujung tindak kejahatan dilakukan terhadap anggota komunitas kami dan kami akan melakukan upaya yang mungkin dilakukan untuk menyelidiki insiden ini,'' kata Inspektur Detektif Debbie Tipton.

''Setiap orang memiliki hak untuk hidup damai di dalam komunitas mereka dan menjalani kehidupan sehari-hari mereka tanpa pelecehan dari orang lain hanya karena mereka dianggap berbeda. Kami akan mengambil tindakan untuk melawan orang-orang yang berperilaku dengan cara yang tidak dapat diterima ini,'' tambahnya.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww