Direkomendasi Jadi Dubes untuk Spanyol, Andrinof Chaniago Minta Maaf

Direkomendasi Jadi Dubes untuk Spanyol, Andrinof Chaniago Minta Maaf
Andrinof Chaniago. (int)
Selasa, 29 Agustus 2017 21:28 WIB
JAKARTA - Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago mengatakan seandainya ditunjuk menjadi Duta Besar RI untuk Spanyol, dirinya akan minta maaf karena harus menolak jabatan tersebut.

Hal itu dikatakan Andrinof menanggapi kabar bahwa dirinya mendapat rekomendasi menjadi Dubes RI untuk Spanyol di Madrid. Kabar itu muncul dari beredarnya daftar nama sejumlah tokoh yang direkomendasikan menjadi duta besar.

Andrinof mengaku mendapat ucapan selamat dari kawan-kawannya. Dia tidak tahu apakah daftar nama itu benar atau tidak.

''Saya enggak tahu juga kabar yang beredar itu asli atau enggak. Yang jelas, kalau saya dipanggil Bu Menlu Retno (Marsudi), saya akan minta maaf dan mohon tidak dicalonkan dulu. Saya mau konsentrasi berkarya di dalam negeri dulu,'' katanya saat dikonfirmasi Tempo, Selasa, 29 Agustus 2017.

Menurut Andrinof, dia baru saja ditunjuk sebagai Komisaris Utama Bank Rakyat Indonesia. ''Tidak baik terlalu cepat saya tinggal. Saya juga sedang ada kegiatan pembinaan kawasan wisata yang masih berjalan,'' ujarnya.

Pria kelahiran Padang, 3 November 1962 ini, menjabat Menteri PPN/Kepala Bappenas pada masa awal pemerintahan Presiden Joko Widodo. Ia menjabat selama 10 bulan sebelum di-reshuffle dan digantikan Sofyan Djalil.

Jika benar ditunjuk menjadi Duta Besar Indonesia untuk Spanyol, Andrinof akan menggantikan posisi Yuli Mumpuni Widarso.

Setelah reshuffle kabinet, Andrinof mengaku sempat diundang Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

''Saya memang pernah menyampaikan ke Bu Menlu dan Pak Mensesneg, kalau saya ditugaskan ke luar negeri, saya ingin ditempatkan di Spanyol,'' ucapnya.

Selain nama Andrinof, sejumlah tokoh masuk di daftar rekomendasi Duta Besar Indonesia, antara lain advokat Todung Mulya Lubis, yang direkomendasikan menggantikan Yuwono Agus Putranto di Oslo, Norwegia. Selain itu, mantan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman D. Hadad, yang dikabarkan akan ke Bern, Swiss, menggantikan Linggawaty Hakim.***

Editor:hasan b
Sumber:tempo.co
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww