Sekeluarga Keracunan Obat Kutu Rambut, 2 Bocah Kakak-beradik Tewas, 2 Korban Masih Dirawat Intensif

Sekeluarga Keracunan Obat Kutu Rambut, 2 Bocah Kakak-beradik Tewas, 2 Korban Masih Dirawat Intensif
Qaulan Shakila, bocah korban keracunan obat kutu rambut. (harianjogja)
Minggu, 27 Agustus 2017 15:41 WIB
BOYOALI - Nasib malang menimpa sebuah keluarga di Boyolali, Jawa Tengah. Mereka keracunan obat pembasmi kutu rambut, Jumat (25/8) malam. Dua bocah kakak-beradik meninggal akibat keracunan tersebut, sedangkan dua korban lagi masih dirawat intensif di rumah sakit.

Dikutip dari detik.com, peristiwa memilukan itu menimpa sekeluarga di Dukuh Tegal Ombo RT 02 RW 05 Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali Kota. Korban adalah Akhir Rutiyani (35) dan tiga anaknya, yakni Klarissa (12), Qaulan Shakila (9) dan Khamilla (4,5 tahun).

Qaulan Shakila dan Khamila, akhirnya meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit, sedangkan Akhir Rutiyani dan Klarissa kini masih dirawat di RSUD Pandan Arang, Boyolali.

Insiden maut itu bermula pada hari Jumat (25/8) malam, sekitar pukul 21.00 WIB, mereka memakai obat kutu. Obat yang dibelikan oleh seorang tetangganya itu dioleskan di rambut kepala masing-masing korban.

Berselang sekitar satu jam kemudian, atau sekitar pukul 22.00 WIB, para korban mengalami pusing, mual dan badan terasa lemas. Melihat kejadian itu, suaminya langsung membawa istri dan ketiga anaknya ke rumah sakit Umi Barokah, Boyolali, untuk mendapatkan perawatan medis.

Keesokan harinya, salah satu korban tak tertolong jiwanya. Qaulan Shakila, yang masih duduk di bangku kelas III SD itu menghembuskan nafasnya yang terakhir di RS Umi Barokah, Sabtu (26/8/2017) sekitar pukul 03.00 WIB. Kemudian, ketiga korban lainnya dirujuk ke RSUD Pandan Arang, Boyolali.

Khamilla, bocah yang masih berusia 4,5 tahun kondisinya kritis dan dirawat di ruang ICU. Kondisinya semakin memburuk dan sekitar pukul 20.15 WIB Sabtu malam, Khamila dilaporkan juga meninggal dunia. Sedangkan Akhir Rutiyani dan Klarissa, kini masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Kapolsek Boyolali Kota, AKP Setyo Budiono, dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Dugaan sementara, karena keracunan obat kutu.

''Iya, yang meninggal ada dua orang,'' kata Setyo Budiono dihubungi Sabtu malam.

Setyo mengatakan, belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena kasus itu kini masih dalam penyelidikan. Termasuk penyebab insiden yang diduga karena keracunan obat kutu tersebut. Pihaknya juga belum bisa menerangkan apakah karena over dosis pemakaian, pemakaian yang tak sesuai aturan, atau karena obatnya yang berbahaya.

''Informasinya, setelah memakai obat kutu itu para korban keramas. Setelah itu mengalami gejala keracunan,'' jelasnya.

Namun demikian, untuk kepastiannya masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan di laboratorium. Diperoleh informasi pula, para korban sudah memakai obat kutu rambut tersebut berulang kali, tapi tidak mengalami efek samping.

Sebelumnya Tak Ada Masalah

Saat detikcom berkunjung ke rumah duka, Minggu, sejumlah pelayat masih berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa. Namun Suhardi, suami Akhir Rutiyani, tak ada di rumah. Dia menunggui istri dan satu anaknya yang masih dirawat di RSUD Pandan Arang, Boyolali.

Menurut Sarsi (66), ibunda Suhardi, kedua cucunya yang meninggal dunia sudah dimakamkan di pemakaman umum Suyudan, Desa Kiringan, Minggu dinihari tadi.

Menurut dia, mengobati kutu rambut itu sudah dilakukan beberapa kali. Namun sebelumnya tidak pernah terjadi apa-apa. Namun Sarsi tidak bisa memastikan apakah obat yang digunakan sebelumnya sama seperti yang dipakai terakhir yang mengakibatkan keracunan.

''Klarissaa itu memang sejak TK sampai sekarang kelas VI SD, selalu ada kutu di rambutnya. Jadi sudah sering diobati ibunya menggunakan obat kutu,'' jelasnya.

Kerabat lain keluarga ini, Tukirah (55), menambahkan berdasarkan keterangan keluarga korban menyebutkan Rutiyani mengobati kutu rambut di kepala ketiga anaknya termasuk dia sendiri, dilakukan tak hanya kali ini saja. Pengobatan dilakukan juga karena keluhan Sakhila yang merasa sering diolok-olok teman di sekolahnya.

''Mengeluh kepada ibunya, katanya malu di sekolah diolok-olok temannya karena rambutnya berkutu dan garuk-garuk kepala terus. Terus ibunya berusaha membasmi kutu rambut tersebut menggunakan obat kutu,'' imbuh Cempluk, sembari menambahkan botol sisa obat yang digunakan sudah disita polisi. ***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww