Pasca Bentrok Militan dengan Militer dan Polisi, Seribu Muslim Rohingya Eksodus dan Terdampar di Perbatasan Bangladesh

Pasca Bentrok Militan dengan Militer dan Polisi, Seribu Muslim Rohingya Eksodus dan Terdampar di Perbatasan Bangladesh
Pengungsi Rohingya. (sindonews)
Sabtu, 26 Agustus 2017 17:21 WIB
COZS BAZAR - Sekitar seribu warga muslim Rohingya mencoba eksodus ke Bangladesh setelah terjadi bentrok antara militan muslim dengan aparat militer dan polisi di Rakhine, Myanmar.

Namun otoritas Bangladesh tidak membiarkan mereka masuk, sehingga kini masih terdampar di sungai Naf, perbatasan dengan Bangladesh.

''Banyak orang Rohingya mencoba memasuki negara ini, tapi kami memiliki kebijakan tanpa toleransi - tidak ada yang diizinkan,'' kata wakil komisaris distrik Cox di Baza dekat perbatasan Myanmar, Mohammad Ali Hossain, dikutip dari Reuters, Sabtu (26/8/2017).

Eksodusnya seribu etnis Rohingya ini seolah menandakan akan adanya bentrokan yang lebih besar lagi.

Sebelumnya, militan muslim melancarkan serangan terkoordinasi terhadap 24 pos polisi dan mencoba memasuki sebuah pangkalan militer pada Jumat kemarin. Sedikitnya 89 orang tewas, termasuk 77 gerilyawan dan 12 anggota pasukan keamanan, kata militer Myanmar.

Pengamat khawatir bahwa serangan tersebut akan memicu respons tentara yang lebih agresif daripada tahun lalu. Serangan juga ditakutkan memicu bentrokan komunal antara Muslim dan etnis Buddha Rakhine.

''Serangan pada 25 Agustus di Rakhine perlu jadi perhatian penuh! Kekerasan harus dihentikan di Rakhine. Duka cita untuk mereka yang tewas. Memohon kepada semua sisi untuk menahan diri! Semua orang!'' seru Yanghee Lee, pelapor khusus PBB tentang hak asasi manusia di Myanmar melalui akun Twitternya.

Dalam sebuah pernyataan, pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi mengecam keras serangan brutal oleh teroris terhadap pasukan keamanan di Negara Bagian Rakhine.

''Saya ingin memuji anggota polisi dan pasukan keamanan yang telah bertindak dengan sangat berani dalam menghadapi banyak tantangan,'' katanya.

Pemerintah Myanmar menyatakan telah mengevakuasi pejabat dari kementerian dalam negeri, para guru serta ratusan penduduk desa non-Rohingya ke pangkalan militer dan kantor polisi utama.

''Pemerintah membuat enam pos pemeriksaan evakuasi, beberapa akan dievakuasi dengan helikopter dan beberapa akan dibawa oleh pasukan keamanan,'' kata seorang sumber militer.

Sumber tersebut mengatakan bahwa tentara dan polisi sedang memerangi militan, yang melakukan setidaknya satu serangan baru terhadap pasukan keamanan dan menghancurkan sebuah jembatan pada Sabtu pagi.

''Mereka bertempur sekarang, situasinya akan tegang lagi hari ini, meski tidak ada pertempuran di malam hari,'' kata sumber tersebut.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww