Puasa Ramadan 22 Jam di Negeri yang Matahari Nyaris Tak Terbenam

Puasa Ramadan 22 Jam di Negeri yang Matahari Nyaris Tak Terbenam
Umat Muslim di seluruh dunia rata-rata akan mulai puasa Ramadan 2017 pada Sabtu (27/5/2017) besok. Foto/Ilustrasi/Daily Sabah
Jum'at, 26 Mei 2017 16:37 WIB
ROVANIEMI - Umat Muslim di seluruh dunia rata-rata akan mulai menjalankan puasa Ramadan 2017 pada Sabtu (27/5/2017) besok. Khusus warga Muslim di kawasan Nordik atau Lingkar Arktik, puasa Ramadan akan dijalani lebih lama, karena di wilayah ini matahari nyaris tak terbenam atau hanya terbenam dalam hitungan jam.

Rata-rata warga Muslim Nordik akan menjalani puasa Ramadan hampir 20-22 jam. Waktu puasa ini lebih lama dibanding warga Muslim yang tinggal di belahan bumi selatan, karena bertepatan dengan musim panas di belahan bumi Utara.

Pada Ramadan 2016, matahari di Lingkar Arktik hanya terbenam sekitar 55 menit.

Beberapa negara yang masuk kawasan Nordik antara lain, Swedia yang mencakup Kota Kiruna dan Tromso. Kemudian sebagian wilayah Norwegia dan Islandia khususnya di Kota Reykjavik. Puasa Ramadan warga Muslim kota-kota itu reta-rata akan dijalani sekitar 22 jam.

Sedangkan warga Muslim di Helsinki (Finlandia), Stockholm (Swedia), Oslo  (Norwegia) dan Copenhagen  (Denmark) akan menjalani puasa rata-rata hampir 20 jam. Secara keseluruhan, warga Muslim di Eropa berpuasa Ramadan rata-rata 16,5 jam hingga 18 jam.

Di Turki, seperti dilaporkan Daily Sabah, Jumat (26/5/2017), puasa Ramadan warga Muslim akan dijalani hampir 17 jam. Di Makkah, Arab Saudi, puasa akan dijalani sekitar 15 jam dan di China sekitar 16 jam.

Muslim di Washington, Amerika Serikat (AS) akan berpuasa Ramadan hampir 17 jam. Puasa dalam waktu yang lebih singkat dirasakan warga Muslim yang yang tinggal di negara-negara di belahan bumi selatan, seperti Afrika Selatan, Argentina dan Chile. Rata-rata mereka berpuasa sekitar 12 jam.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww