Uruguay, Negara Pertama di Dunia yang Jual Ganja di Apotek

Uruguay, Negara Pertama di Dunia yang Jual Ganja di Apotek
Ilustrasi Ganja. Getty Images
Senin, 10 April 2017 10:57 WIB
MONTEVIDOE - Uruguay akan menjadi negara pertama di dunia yang memungkinkan penjualan ganja di apotek mulai Juli 2017.

Menurut ketua Dewan Obat Nasional, Juan Andres Roballi, pendekatan itu dilakukan sebagai langkah terakhir dalam pelaksanaan aturan yang disetujui pada  2013 untuk memungkinkan produksi, penjualan dan penggunaan ganja secara bebas.

"Ganja akan didistribusikan ke farmasi dimulai Juli. Kira-kira dalam dua minggu pertama Juli," kata Andres yang juga merupakan pembantu Presiden.

Berdasarkan undang-undang penjualan ganja negara itu, pembeli harus mendaftar sebagai pengguna ganja untuk memastikan mereka memenuhi prosedur perizinan dan tidak membeli melebihi batas maksimum sebanyak 40 gram setiap bulan.

"Pendaftaran hanya akan dibuka kepada rakyat Uruguay atau penduduk tetap dimulai pada 2 Mei," kata Andres, seperti yang dilansir Santiago Times, Sabtu 8 April 2017.

Sekretaris Jenderal Dewan Obat Nasional Diego Olivera menambahkan ganja di apotek akan dijual dengan harga US$ 1.30 atau sekitar Rp 17.348 per gram.

Olivera menambahkan bahwa ganja tersebut akan dijual dalam paket lima atau 10 gram.

"Sebagian dari hasil akan membiayai program pencegahan narkotika pemerintah," katanya.

Uruguay, negara yang memiliki 3,4 juta penduduk, memiliki sekitar 150.000 pengguna ganja aktif.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:tempo.co
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww