Boikot Pelantikan Trump Meluas, 41 Anggota DPR Tolak Hadir

Boikot Pelantikan Trump Meluas, 41 Anggota DPR Tolak Hadir
Presiden terpilih Donald Trump berseru kepada wartawan saat konferensi pers di lobi Trump Tower di New York, 11 Januari 2017. Ini adalah konpers pertama Trump sebagai presiden terpilih. AP/Evan Vucci
Selasa, 17 Januari 2017 15:26 WIB
WASHINTON DC - Boikot atas rencana pelantikan presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat pekan ini, oleh anggota parlemen dari Partai Demokrat, semakin meluas.

Seperti dilaporkan The Washington Post, Selasa, 17 Januari 2017, sedikitnya 41 anggota Kongres menolak hadir dalam pelantikan di Gedung Capitol Hill pada 20 Januari mendatang. 

Jumlah pemboikot bertambah banyak setelah Trump merisak pejuang hak warga kulit hitam sekaligus anggota Kongres asal Georgia,  John Lewis, melalui Twitter pada Sabtu lalu. 

Pekan lalu, baru 18 anggota Kongres yang menyatakan memboikot pelantikan Trump.

“Saya tidak akan merayakan kemenangan pria yang menyebabkan perpecahan dan kebencian. Saya tidak akan menghadiri pelantikan Donald Trump,” kicau Keith Ellison, anggota Kongres sekaligus salah satu calon Ketua Partai Demokrat.

Sementara anggota Kongres Demokrat dari California, Maxine Waters, menegaskan menolak hadir karena membuang waktunya untuk menghadiri pelantikan. “Saya tidak mau menghadiri acara dimana Donald Trump ada di dalamnya,” kicau Waters di Twitter.

Dalam kicauannya di Twitter Sabtu lalu, Trump menulis, “Lewis hanya bicara, bicara, bicara. Dia seharusnya fokus pada kejahatan dan pembakaran di wilayahnya.”

Kicauan ini sebagai balasan atas pernyataan Lewis yang menilai terpilihnya Trump sebagai presiden tidak sah karena ada dugaan keterlibatan Rusia dalam pemenangannya. 

Lewis dalam wawancara dengan NBC News pada Ahad lalu menegaskan akan memboikot pelantikan Trump. Lewis merupakan salah satu aktivis persamaan hak kulit hitam Amerika Serikat sejak 1960-an. 

Bersama mendiang Martin Luther King, Lewis turut serta dalam pawai legendaris di Jembatan Edmund Pettus, Selma, Alabama pada 1965. Dalam peristiwa bersejarah tersebut, polisi negara bagian secara brutal memukuli dan menangkap para demonstran.

Editor:Kamal usandi
Sumber:tempo.co
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww