Teror Truk di Yerusalem, 4 Tentara Israel Tewas

Teror Truk di Yerusalem, 4 Tentara Israel Tewas
Satu dari empat personel Israel yang tewas (Reuters.com).
Senin, 09 Januari 2017 15:02 WIB
YERUSSALEM - Fadi Ahmad Hamdan Qunbor (28), warga Palestina, menjadi tersangka setelah menabrakkan truk yang dikendarainya dan menewaskan empat personel Israel di Yerusalem.

Keempat prajurit yang tewas ini bernama Letnan Erez Orbach, Letnan Shira Tzur, Letnan Shir Hajaj, dan Letnan Yael Yikutiel. Sementara itu, 17 personel lainnya mengalami luka-luka.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan, serangan tersebut kemungkinan terinspirasi oleh kelompok militan Daulah Islamiyah Irak dan al-Syam, atau ISIS.

Qunbor tewas setelah ditembak mati oleh militer negeri Yahudi. "Kami sudah menemukan identitas penyerang. Kami pastikan dia adalah pendukung ISIS," kata Netanyahu, seperti dikutip situs Telegraph, Senin, 9 Januari 2017.

Ia lalu membandingkannya dengan serangan mematikan serupa dengan truk di Pasar Natal, Berlin, Jerman, pada 25 Desember lalu serta kota Nice di Prancis, pada 15 Juli 2016. Kendati demikian, ISIS belum mengklaim secara resmi bahwa Qunbor merupakan anggotanya.

Kepala Kepolisian Nasional Israel, Roni Alsheich mengungkapkan, Qunbor berasal dari wilayah Jabel Mukabar terdekat di Yerusalem Timur. Ia juga mengaku, sebelum melakukan aksi ini, Qunbor, yang memiliki empat orang anak, pernah dipenjara di Israel.

"Sulit untuk menghalangi mengenai paham apa yang masuk ke kepala setiap individu, dan memotivasinya untuk melakukan hal itu (teror). Tapi tidak ada keraguan bahwa hal ini memiliki efek," ungkap Alsheich.

Sementara itu, Juru Bicara Kepolisian Israel, Micky Rosenfeld menambahkan, jika sembilan warga Jabel Mukabar, termasuk lima anggota keluarga Qunbor, telah ditangkap karena dicurigai ikut membantu penyerangan.

Menurut dia, sebagian besar anak muda Palestina yang telah melakukan serangan terhadap pasukan atau warga sipil Israel pada tahun lalu merupakan tipikal "lone wolf" atau penyerang tunggal, dan bukan bagian dari setiap faksi yang terorganisasi.

Duka bagi Israel tapi tidak bagi Palestina. Serangan itu justru dipuji oleh Hamas, kelompok militan Islam yang menguasai Jalur Gaza, dan oleh fraksi di Fatah, pimpinan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Serangan itu adalah yang paling serius di Yerusalem sejak seorang pengebom bunuh diri meledakkan sebuah bus pada April 2016 dan itu memicu kekhawatiran atas tingginya kekerasan sporadis di wilayah tersebut selama lebih dari satu tahun.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:viva.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww