Rusia dan AS Berniat Tambah Senjata Nuklir, Bagaimana Nasib Dunia?

Rusia dan AS Berniat Tambah Senjata Nuklir, Bagaimana Nasib Dunia?
Misil balistik antarbenua Yars RS-24 yang bisa mengangkut beberapa hulu ledak nuklir dan bisa menghantam sasaran sejauh 16.000 kilometer. [KIRILL KUDRYAVTSEV/AFP]
Sabtu, 24 Desember 2016 17:31 WIB
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin dan presiden terpilih AS Donald Trump memunculkan keresahan setelah berniat untuk meningkatkan jumlah senjata nuklir kedua negara.

Di hadapan para petinggi pertahanan negerinya, Putin mengatakan memperkuat kemampuan persenjataan nuklir Rusia merupakan salah satu tujuan utama pada 2017.

Rencana Putin itu disambut Trump yang lewat akun Twitternya mengatakan AS akan melakukan hal yang sama seperti Rusia.

Namun, tanpa kedua negara besar itu menambah hulu ledak nuklir mereka, saat ini sudah "tersedia" 15.500 hulu ledak nuklir di seluruh dunia.

Menurut Asosiasi Pengendalian Senjata, setidaknya 10.000 hulu ledak nuklir siap digunakan sedang sisanya sedang menunggu untuk dilucuti.

Saat ini di dunia terdapat lima negara yang secara terbuka mengakui bahwa mereka memiliki senjata nuklir yaitu AS, Rusia, Inggris, Perancis, China, dan Perancis.

Kelima negara ini secara resmi mendaftarkan persenjataan mereka di bawah kesepakatan non-proliferasi senjata nuklir.

Kesepakatan ini membuat dunia bisa mengetahui dan mengesahkan senjata-senjata nuklir milik kelima negara itu.

Namun, di bawah kesepakatan tersebut kelima negara ini tidak diperkenankan membangun atau memiliki senjata nuklir itu selamanya.

Malahan, kelima negara itu sudah berjanji akan memusnahkan senjata-senjata nuklirnya.

Selain kelima negara itu terdapat negara pemilik senjata nuklir yang tak menandatangani kesepakatan. Mereka adalah Pakistan, India, Israel, dan Korea Utara yang secara total memiliki 338 hulu ledak nuklir.

Sejauh ini AS dan Rusia adalah negara dengan senjata nuklir terbanyak. Kedua negara itu menguasai 93 persen senjata nuklir di dunia.

Seperti telah disinggung di atas, saat ini terdapat 15.500 hulu ledak nuklir di seluruh dunia yang cukup untuk membunuh miliaran orang dan menghancurkan ratusan kota.

Menurut riset yang dilakukan harian The Telegraph, senjata nuklir milik AS dan Rusia saja jika digabungkan maka kekuatannya adalah 6.600 megaton.

Kekuatan ini setara dengan sepersepuluh dari total energi matahari yang diterima Bumi setiap menitnya.

Sementara situs NukeMap menyebut, jika bom nuklir terbesar yaitu B-63 milik AS digunakan maka 1,4 juta orang akan tewas dalam 24 jam.

Selanjutnya 3,7 juta orang akan terluka karena radiasi yang dihasilkan bom ini akan mempengaruhi kawasan dalam radius 13 kilometer.

Sama halnya jika bom nuklr terbesar milik Rusia "Tsar Bomba" dijatuhkan di New York maka diperkirakan 7,6 juta orang akan tewas dan 4,2 juta lainnya terluka.

Sedangkan radiasi nuklirnya bisa mencemari kawasan dalam radius 7,8 kilometer dengan bantuan embusan angin berkekuatan 25 kilometer per jam dan langsung berdampak negatif pada jutaan orang.

Nah, jika Putin dan Trump benar-benar akan menghidupkan kembali perlombaan senjata maka mereka akan melanggar kesepakatan dan menyeret dunia ke kancah Perang Dingin baru.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:kompas.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww