Tiongkok Darurat, 22 Kota Besar Nyalakan Sinyal Merah

Tiongkok Darurat, 22 Kota Besar Nyalakan Sinyal Merah
Seorang seniman, Liu Bolin berjalan-jalan di Beijing merekam dan menyuarakan keprihatinan atas polusi di daerah tersebut. (foto: reuters/jpnn.com)
Selasa, 20 Desember 2016 08:32 WIB
BEIJING - Udara di sejumlah kota besar di Tiongkok semakin tak layak hirup. Selain Beijing, ada tiga kota lain yang tingkat polutannya kelewat batas.

Senin (19/12) kemarin, konsentrasi polutan PM 2,5 di udara Kota Shijiazhuang, Provinsi Hebei, mencapai lebih dari 1.000 mikrogram per meter kubik.

Kondisi itu menginspirasi seniman Liu Bolin untuk berkarya. Kemarin dia membagikan tayangan live Kota Beijing yang tertutup kabut polusi di internet. ”Sebagai seorang seniman, saya harus bisa menyuarakan keadaan ini lewat gambar dan simbol,” ujarnya.

Memakai topeng Guy Fawkes dan rompi berwarna oranye yang dijejali 24 smartphone pada bagian depan dan belakang, dia terlihat berjalan-jalan di jalanan kota.

Aksi Liu itu jelas menarik perhatian warga Beijing. Mereka lantas memperhatikan gerak-gerik seniman berjuluk The Invisible Man tersebut karena sering menyaru sebagai lukisan ketika memamerkan karya-karyanya.

”Ini menarik. Saya sebenarnya tidak terlalu paham apa yang dia maksud dengan berpenampilan seperti itu. Tapi, setidaknya aksinya kali ini bisa membuat dunia tahu tentang polusi di Beijing,” kata Xu Chenglong, warga Beijing.

Selama tiga hari berturut-turut, tingkat polusi di kota-kota besar wilayah utara Tiongkok berpuluh kali lipat melebihi ambang batas tahunan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Seharusnya, kadar polutan PM 2,5 di udara tidak boleh lebih dari 10 mikrogram per meter kubik. Tapi, kota-kota besar Negeri Panda itu menghasilkan polutan udara yang kadarnya jauh melebihi acuan WHO.

”Polusi udara di Shijiazhuang bahkan 100 kali lipat standar normal WHO,” terang Kantor Berita Xinhua kemarin.

Di Kota Tianjin, kadar polusi udaranya mencapai lebih dari 30 kali lipat standar normal WHO. Akibatnya, bandara kembali tak beroperasi untuk hari kedua. Tidak hanya menutup bandara, pemerintah kota juga menutup seluruh jalan tol di kota bisnis tersebut.

Kurang lebih 40 kota di kawasan timur laut Tiongkok menyalakan sinyal bahaya polusi udara. Kemarin sore kadar PM 2,5 di Tianjin mencapai 334 mikrogram per meter kubik. Pada waktu yang sama, kadar PM 2,5 di Beijing terekam 212 mikrogram per meter.

Meski tidak separah Shijiazhuang, kadar polusi di dua kota besar Tiongkok itu membuat pemerintahan Presiden Xi Jinping menginstruksikan penutupan pabrik.

Sabtu (17/12) 22 kota di Tiongkok menyalakan sinyal merah yang menandai tingkat polusi udara tertinggi di wilayah masing-masing. Termasuk Kota Tangshan di Provinsi Hebei yang dikenal sebagai kota baja dan Kota Jinan dan Provinsi Shandong yang merupakan kota batu bara.

Badan Meteorologi Nasional Tiongkok menyatakan bahwa polusi udara parah itu terjadi di 10 provinsi. (jpnn)

Editor:wawan k
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww