Gara-gara Tiang Listrik Roboh, Warga Keroyok Pengemudi Tugboat hingga Tewas, Mayatnya Dibuang ke Sungai, Kapalnya Dibakar

Gara-gara Tiang Listrik Roboh, Warga Keroyok Pengemudi Tugboat hingga Tewas, Mayatnya Dibuang ke Sungai, Kapalnya Dibakar
ilustrasi
Selasa, 20 Desember 2016 09:07 WIB
PALEMBANG - Diduga kesal lantaran tiang listrik roboh ditabrak sebuah tugboat, puluhan warga Kandis, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menyerang pengemudi dan awak tugboat pengangkut pasir. Akibatnya, seorang tewas dan mayatnya dibuang ke sungai.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu bermula saat korban Riansyah (45), warga Kelurahan 16 Ulu, Palembang, bersama beberapa rekannya melintasi Sungai Ogan di Desa Santapan Barat dan Santapan Timur, Kecamatan Kandis, Ogan Ilir, usai menambang pasir di kampung tetangga, Sabtu (17/12). Tiba-tiba, puluhan warga datang dan langsung menyerang.

Serangan itu diduga lantaran warga kesal ada tiang listrik di desanya yang roboh usai ditabrak sebuah tugboat hingga menyebabkan listrik padam. Hal itu membuat warga emosi dan menyerang tugboat manapun yang melintas.

Korban dan beberapa rekannya dibuat panik melihat puluhan warga telah naik ke atas tugboat. Tanpa sempat menyelamatkan diri, korban dihantam massa menggunakan bambu dan batu hingga tewas. Mayatnya kemudian dibuang ke sungai. Sementara rekan-rekan korban selamat setelah terjun ke sungai. Lalu, tugboat korban dibakar massa.

Jenazah korban Riansyah baru ditemukan warga saat menjaring ikan, Minggu (18/12) sore. Untuk keperluan penyelidikan, jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel di Palembang.

Menurut rekan korban, Irawan (35), saat itu mereka tidak menyangka warga datang menyerang. Dari pengakuannya, mereka tidak pernah menabrak tiang listrik seperti yang dituduhkan.

"Kami tidak tahu apa-apa soal tiang listrik roboh itu. Tapi kami malah yang diserang, kakak saya meninggal waktu itu, kami selamat karena terjun ke sungai," ungkap Irawan, Senin (19/12).

Sementara itu, kakak korban, Widi (50) mengaku kaget mendengar kabar buruk tersebut. Namun, keluarganya sempat dibuat panik karena korban tak bisa dihubungi sejak tiga hari lalu.

"Kami cari-cari tahu dan ada kabar di Kandis. Ternyata kapal adik saya sudah dibakar orang. Kata teman-temannya ada sekitar 50-orang yang nyerang waktu itu," kata dia.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Arief Rifai mengungkapkan, peristiwa itu disinyalir adanya kejadian tongkang yang menabrak tiang listrik sehingga membuat warga berang. Pihaknya masih menyelidiki kasus ini termasuk mencari tugboat yang menambrak tiang listrik.

"Ini baru dugaan, kita belum bisa pastikan kenapa korban meninggal," tukasnya.(mdk)

Editor:wawan k
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww