Tragis... Pulang Beribadah, Kepala Ibu Ini Dihajar Iparnya Pakai Cangkul hingga Tewas

Tragis... Pulang Beribadah, Kepala Ibu Ini Dihajar Iparnya Pakai Cangkul hingga Tewas
ilustrasi
Jum'at, 16 Desember 2016 09:04 WIB
DENPASAR - Nasib tragis dialami Ni Wayan Ruci (40), ibu rumah tangga warga di Dusun Gelumpang, Sukawati, Gianyar Bali. Dia tewas dengan kondisi mengenaskan lantaran kepalanya hancur dihajar dengan cangkul oleh kakak iparnya sendiri, Kamis (15/12).

Peristiwa ini membuat geger lingkungan tempatnya tinggal. Bahkan warga beserta keluarga dan petugas kepolisian harus kejar-kejaran untuk menangkap pelaku, I Wayan Minggu Diana (48) yang diduga mengalami depresi itu.

Informasi yang didapat, saat itu korban bersama ibu mertuanya sedang mempersiapkan sesaji. Usai menghaturkan sesajen, korban beranjak menuju ke rumahnya. Namun nahas saat melintas di pekarangan tiba-tiba muncul kakak dari suami korban. Saat itu, korban langsung didorong oleh pelaku.

Korban yang saat itu terjatuh, tidak mengira kalau pelaku justru semakin brutal. Saat itu, ibu mertuanya Ni Wayan Kebek (72) melihat menantunya saat terjatuh hanya memungut sesajen yang berantakan.

"Saya tidak menyangka anak saya langsung memukul menantu saya dengan cangkul. Saya teriak-teriak minta tolong," ungkap Kebek, ibu mertua korban, Kamis (15/12).

Kata dia, saat menantunya terjatuh. Dilihat pelaku berlalu dan tanpa disangka langsung datang sambil membawa cangkul dan mengayunkan ke arah kepala korban lebih dari sebanyak tiga kali.

"Setelah dia kabur, kami keluarga langsung menolong. Kepala depannya robek. Saya tak kuat melihatnya," terang Kebek.

Sementara itu, pelaku yang melarikan diri akhirnya berhasil ditangkap petugas kepolisian dan warga. Proses penangkapannya juga menarik perhatian warga karena diwarnai aksi kejar-kejaran.

"Pelaku sudah kami amankan. Dan kini masih kami koordinasikan dengan pihak keluarganya," terang Kapolsek Sukawati AKP I Wayan Wisnawa.

Melihat aksi keji itu, orangtua pelaku, I Wayan Pageh (75) meminta polisi menembak mati anaknya yang merupakan putra sulungnya itu. Karena sudah berulang kali meresahkan keluarga dan lingkungan setempat.

"Setiap kali akan dibawa ke rumah sakit Bangli, pastinya kami was-was. Karena sepulang dari rumah sakit, dia semakin agresif dan membenci kami," ucap Pageh.(mdk)

Editor:wawan k
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww