Ini Pengakuan Mengejutkan Dian Yulia, Calon "Pengantin Bom Istana" yang Ternyata Baru 2 Bulan Nikah

Ini Pengakuan Mengejutkan Dian Yulia, Calon Pengantin Bom Istana yang Ternyata Baru 2 Bulan Nikah
Dian Yulia Novi
Jum'at, 16 Desember 2016 21:15 WIB
JAKARTA - Penangkapan Dian Yulia Novi (DYN) di Bekasi Jawa Barat pekan lalu, menggegerkan publik. Pasalnya, Dian Yulia ternyata calon ‘pengantin’ bom bunuh diri. Wanita asal Cirebon itu berencana meledakkan Istana Merdeka.

Dian ditangkap Densus 88 bersama dua orang pria, yakni Nur Solihin (NS) dan Agus Supriadi (AS). Belakangan diketahui jika Nur Solihin adalah suami Dian Yulia Novi.

Dian Yulia dan Nur Solihin memutuskan menikah 2 bulan lalu, tepatnya pada bulan Oktober 2016. Sebelum menikah, Dian dan Nursolihin dipertemukan oleh seseorang. Setelah bertemu, Dian Yulia dan Nur Solihin sering berkomunikasi lewat Telegram.


Dian mengaku selama komunikasi dengan Nur Solihin, mereka tidak pernah tukar foto dan tidak taaruf, sehingga Dian tidak mengetahui seperti apa wajah calon suaminya, begitu pun sebaliknya.

“Kita sempat diperkenalkan sama orang. Terus berlanjut ke telegram. Pertemuannya tiga bulan lalu. (Menikah) bulan Oktober,” ujar Dian saat diawancara eksklusif oleh TV One.

Selama komunikasi, Dian mengaku sudah mengetahui jika calon suaminya juga punya anak dan istri. Namun, Dian mengaku tetap menerima Nur Solihin sebagai suami untuk mendapatkan ridho Allah.

Saat menikah, lanjut Dian, ia diwakilkan oleh seseorang. Jadi, Dian dan Nur Solihin tidak duduk di tempat yang sama saat menikah.

Dian juga mengaku tidak tahu lokasi pernikahannya. Bahkan, Dian tidak tahu siapa yang mewakilinya menikah dengan Nur Solihin. Sebab, semua rencana pernikahan diatur oleh Nur Solihin.

“Aa (panggilan Dian kepada Nur Solihin) semua atur. Aa yang cari wali dan wakilkan. Tempatnya juga saya lupa. Saya tidak hadir waktu nikah. Saya tidak tahu siapa yang wakilkan,” imbuh Dian.

Dian membenarkan bahwa lokasi yang akan diledakkan yakni Istana Merdeka. “Saya hanya dikasi tahu. Lokasinya Paspempres,” imbuh Dian.

Dian menegaskan, dia rela melakukan jihad dengan cara bersedia menjadi pengantin bom bunuh. Itu dilakukan semata-mata untuk mendapatkan ridho dari Allah.

“Ini bukan bom bunuh diri karena saya putus asa. Bom bunuh diri ini adalah untuk menggapai ridho Allah dan mendapatkan keutamaan fisabilillah,” pungkas Dian.(pjs)

Editor:wawan k
Sumber:pojoksatu.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww