MUI: Orang Islam Hobi Mengolok-olok Islam, Kemungkinan Sakit Jiwa

MUI: Orang Islam Hobi Mengolok-olok Islam, Kemungkinan Sakit Jiwa
Prof Yunahar Ilyas
Kamis, 15 Desember 2016 10:35 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof Yunahar Ilyas, mengaku heran ada umat Islam yang bangga mengolok-olok Islam. Ia menilai, orang-orang seperti itu memiliki gangguan jiwa, sebab senang mengolok dirinya sendiri.

"Sakit jiwa itu, sebab, orang yang senang menjelek-jelekan dirinya sendiri itu kemungkinan memiliki kelainan jiwa," kata Yunahar, Rabu (14/12).

Ia merasa, kondisi itu memang beriringan dengan tingkah media-media di dunia saat ini, yang selalu beranggapan negatif atas apa yang dituntut umat Islam. Bahkan, umat Islam yang tengah menuntut sesuatu, tidak jarang malah dituduh sebagai gejala intoleransi.

Hal itu terlihat begitu kontras dengan kondisi saat ada masjid yang dibakar atau terbakar. Pasalnya, kejadian itu tidak pernah sama sekali disebut sebagai gejala intoleransi, sehingga tuduhan itu cuma menyasar umat Islam.

"Pasti yang dituduh umat Islam, tapi ketika ada masjid dibakar, gak akan disebut-sebut itu intoleransi," ujar Yunahar.

Untuk itu, para dai harus memahami kalau perpecahan umat sekarang itu tidak melulu masalah fiqih atau hukum. Menurut Yunahar, masalah yang semakin tajam justru berasal dari fiqih dakwah, yang belakangan kerap mendapat fitnahan.(rol)

Editor:wawan k
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww