Hakim Agung Artidjo Perberat Hukuman Mantan Kadisbun 3 Kali Lipat

Hakim Agung Artidjo Perberat Hukuman Mantan Kadisbun 3 Kali Lipat
Hakim Agung Artidjo Alkostar
Kamis, 15 Desember 2016 14:30 WIB
JAKARTA - Hakim AgungArtidjo Alkostar dkk memperberat hukuman Nurdin Lawira (71) di kasus proyek kapal sebesar Rp 4 miliar, jadi 3 kali lipat, dari 2 tahun menjadi 6 tahun penjara.

Kasus bermula saat Kabupaten Morowali mengadakan proyek pembelian kapal sebesar Rp4 miliar pada 2006. Saat itu, Nurdin merupakan Kepala Dinas Perkebunan Sulawesi Tengah.

Ternyata proyek itu bermasalah sebab anggaran yang seharusnya cair malah bocor di sana-sini. Nurdin pun harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pada 13 Maret 2015, Pengadilan Tipikor Palu menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara kepada Nurdin. Vonis itu dikuatkan Pengadilan Tinggi Palu pada 21 September 2015. Atas putusan itu, jaksa mengajukan kasasi dan dikabulkan. Malah MA menjatuhkan hukuman lebih berat dari tuntutan jaksa yang meminta Nurdin dijatuhi 5 tahun penjara.

"Mengadili sendiri. Menjatuhkan hukuman selama 6 tahun," ujar majelis hakim sebagaimana dilansir website MA, Kamis (15/12/2016).

Duduk sebagai ketua majelis Dr Artidjo Alkostar dengan anggota Prof Dr Abdul Latief dan MS Lumme. Menurut majelis, Nurdin melakukan perbuatan sedemikian rupa yang tidak sesuai peruntukan anggaran negara. Sehingga perbuatan pria kelahiran 16 Februari 1945 itu akhirnya memperkaya orang lain atau korporasi di antaranya yaitu:

1. Khoroni Cadda sebesar Rp 2 miliar.
2. Datlin Tamalagi sebsar Rp 500 juta.
3. Aprianus Lande sebesar Rp 600 juta.
4. Herman Gamal sebesar Rp 400 juta.

"Perbuatan penyalahgunaan wewenang adalah juga suatu perbuatan melawan hukum yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku tanpa harus membedakan kedudukan atau jabatan," ucap majelis dengan suara bulat pada 28 September 2016 lalu.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww