Bos Google Mengaku Tak Sanggup Bendung Berita Hoax di Indonesia

Bos Google Mengaku Tak Sanggup Bendung Berita Hoax di Indonesia
Kamis, 15 Desember 2016 07:05 WIB
JAKARTA - Berita hoax yang kerap menyebar kebencian makin mewabah di internet.

Google sebagai wadah pencarian informasi pun sedikit banyak berkontribusi terhadap maraknya tren tersebut.
Hal ini disadari Managing Director Google Indonesia, Tony Keusgen.

Menurut dia, Google sebagai platform selama ini cuma berperan sebagai penghimpun sehingga tak bisa mengontrol berbagai informasi yang diunggah netizen ke internet.

"Ada pihak-pihak tertentu yang memasukkan informasi palsu di internet dan terhimpun di Google. Kami belum bisa mengontrol itu," kata dia, Rabu (14/12/2016) dalam acara Google Year in Search di The Gunawarman, Jakarta.

Meski demikian, ia mengatakan Google sebisa mungkin merekomendasikan informasi yang akurat di hasil pencarian teratas. Hal tersebut diiyakan Communication Leads Google Indonesia, Putri Silalahi.

"Di Google News kami bekerja sama dengan teman-teman media yang kredibel. Tujuannya supaya ketika netizen mencari berita tertentu, yang muncul paling atas adalah berita-berita faktual dan terpercaya," ia menuturkan.

Untuk pencarian mobile, Google juga menyematkan teknologi Accelerated Mobile Pages (AMP) khusus bagi orgnanisasi media yang kompeten. Fungsinya untuk meringankan artikel ketika dibuka netizen.

"Kalau website media kredibel dibuat ringan, netizen juga akan cenderung memilih membuka artikel-artikel itu," kata dia.(tnc)

Editor:wawan k
Sumber:tribunnews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww