Wanita Pencakar Wajah Polantas Ternyata Pegawai Mahkamah Agung Bernama Dora Natalia

Wanita Pencakar Wajah Polantas Ternyata Pegawai Mahkamah Agung Bernama Dora Natalia
(merdeka.com)
Selasa, 13 Desember 2016 19:31 WIB
JAKARTA Identitas wanita pencakar wajah Polantas Aiptu Sutisna di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa pagi, akhirnya terungkap. Namanya Dora Natalia, bekerja di Mahkamah Agung.

"Iya benar. Yang bersangkutan kerja di MA tepatnya sebagai pegawai Biro Perencanaan MA," kata Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA) Ridwan Mansyur, Selasa (13/12).

Ridwan belum tahu sanksi apa yang akan diberikan institusinya kepada Dora. "Belum tahu, kan baru pagi ini. Nanti kita lihat kepala biro perencanaannya. Itu kan bukan dalam rangka kedinasan jadi tanggung jawab sendiri," tuturnya.

Dia mengaku tak hafal satu persatu pegawai meski saat bertugas lima tahun lalu sudah melihat Dora di MA. Kejadian itu harusnya menjadi pelajaran agar tidak siapa pun memanfaatkan profesi untuk kepentingan pribadi.

"Pasti ada, kan kita ada aturan. Ketentuan dinas atau PNS tidak boleh memanfaatkannya. Tapi namanya manusia ada saja," tuturnya.

Seperti diketahui, video Dora marah-marah ke polisi jadi viral di media sosial. Dora terlihat menarik-narik pakaian Polantas sambil berteriak, 'sini loh, sini loh.' Emosinya terlihat tak terkendali. Dia berusaha meraih kunci mobil dari tangan polisi.

Akan Dipanggil

Sementara Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana mengatakan penyidik akan memanggil pengemudi wanita yang melakukan penyerangan kepada polantas di jalan Jatinegara. Polisi telah mengantongi identitas pengemudi tersebut, yakni Dora Natalia yang bekerja sebagai pegawai Biro Perencanaan Mahkamah Agung (MA).

Sapta menceritakan pemicu kemarahan dan penyerangan Dora terhadap anggota polantas berinisial Aiptu Su. Dora emosi karena ditilang oleh Aiptu Sutisna. "Mau masuk busway, kemudian ditilang sama anggota. (Dia) tidak terima," ujar Sapta, Selasa (13/12).

Sumber lain mengatakan Dora mengamuk lantaran Aiptu Sutisna memotret pelat nomor kendaraannya tanpa izin. Dora memarahi Aiptu Sutisna kemudian berusaha merebut telepon genggam polantas itu. Dora menyerang dan mencakar Aiptu Sutisna. Korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Jakarta Timur. Penyidik sudah meminta keterangan dari korban.

Selain itu, Sutisna juga menyerahkan bukti-bukti terkait peristiwa yang sempat menjadi tontonan warga dan menjadi vital di media sosial. Polres Jakarta Timur akan memanggil dan meminta keterangan Dora.

"Barang buktinya bajunya yang robek-robek, pangkatnya yang copot sama rekaman video, itu yang ambil video itu anggota juga, rekan korban yang sedang bertugas," bebernya.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww