"Kupergoki Dia Tidur di Kamar Pacarku, Aku Tikam Dia Tiga kali..."

Kupergoki Dia Tidur di Kamar Pacarku, Aku Tikam Dia Tiga kali...
ilustrasi
Selasa, 13 Desember 2016 10:36 WIB
SORONG - Sat Resmob Polres Sorong Kota dan anggota Polsek Sorong Timur berhasil menangkap pelaku penikaman yang menewaskan nyawa Bernard R atau yang kerap disapa Bei di Konda, Sorong Selatan, Minggu (11/12).

Pelaku yang diketahui bernama Arki T (27) tak memberikan perlawanan saat polisi menggelandangnya ke Polres Sorong Kota.

Kasat Reskrim Polres Sorong Kota AKP Fernando Saragi mengungkapkan, Arki T (AT) nekad menikam Bei lantaran terbakar cemburu.

AT tersulut emosi saat melihat Bei tengah tertidur lelap di ranjang yang biasa ia tiduri bersama kekasihnya, Eka W alias Ice, di Jalan F Kaiseipo, Km 7.

“Jadi motif sementara adalah cemburu. Ada cinta segitiga antara pelaku, korban dan si perempuannya,” kata Fernando seperti dikutip dari Radar Sorong, Selasa (13/12).

Dia membeberkan, kejadian penikaman yang menimpa Bei terjadi pada Minggu (4/12) pukul 05.00 WIT. Awalnya pada Sabtu (3/12) pukul 23.00 WIT Bei dan Ice tengah memadu kasih di rumah Ice di Km 7.

Lalu AT yang baru datang dari tempat kerja merasa curiga saat melihat ada motor matic hitam asing yang terparkir di depan rumah. AT lalu memanggil Ice dengan lantang. Keduanya pun terlibat cekcok panjang.

Hingga akhirnya Ice memutuskan untuk membawa AT menjauh dari rumahnya. Ice kemudian menginap di rumah saudaranya di Jalan Baru.

Hingga pada Minggu dini hari, AT memutuskan untuk kembali ke rumah yang telah ia tinggali bersama Ice selama 3 tahun. Ia terkejut karena melihat motor masih terparkir di depan rumah. Dengan penasaran ia lalu masuk ke dalam rumah dan mulai menyelinap ke dalam kamar.

Seketika emosi AT memuncak. Dia melihat seorang pria tengah tertidur lelap di ranjang yang biasa ia tiduri bersama kekasihnya, Ice.

Tanpa berpikir panjang, AT mengambil sebilah parang miliknya yang ia simpan di meja belakang TV. Melihat Bei yang masih tertidur pulas, AT langsung menikam leher bagian bawah Bei. Saat ia hendak kembali menikam bagian dada, Bei telah terbangun. Sehingga tangan dan pelipis Bei yang tersayat parang.

“Saya tikam dia tiga kali karena cemburu, dia tidur di kamar pacar saya,” kata AT.

Melihat Bei yang terkulai lemah, AT langsung melarikan diri. Sementara itu, dengan sekuat tenaga Bei keluar kamar untuk meminta bantuan. Saksi yang melihat korban berlumuran darah langsung membawa korban ke RSUD Sorong untuk mendapatkan pertolongan.

Minggu (4/12) siang, koran ini sempat menemui Bei yang masih sepenuhnya tersadar di ruang IGD RSUD Sorong. Kepada Radar Sorong Bei menceritakan nasib apes bin nahas yang menimpanya. Tak ia sangka, kencan pertamanya dengan Ice berbuntut penikaman.

“Saya baru kenal dia, tidak sangka jadinya begini. Saya menyesal juga, saya bodok sekali mau langsung ikut di dia rumah,” kata Bei saat masih hidup.

Setelah di IGD, Bei langsung mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU. Ia sempat kritis, lantaran luka tikam di leher bagian bawhanya. Parang yang telah berkarat membuat luka Bei kian parah. Hingga pada Selasa (6/12) Bei mengembuskan napas terakhirnya.

Atas tidakan AT yang nekad menikam hingga menyebabkan korban meninggal dunia, dia akan dijerat pasal 351 ayat 3 dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara. (jpnn)

Editor:wawan k
Sumber:jpnn.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww