Tragis, Ibu Ini Tewas Setelah Selamatkan Anaknya yang Tenggelam

Tragis, Ibu Ini Tewas Setelah Selamatkan Anaknya yang Tenggelam
ilustrasi
Sabtu, 10 Desember 2016 08:35 WIB
PALEMBANG - Seorang ibu tewas akibat getek (sampan) yang ditumpanginya terbalik setelah ditabrak kapal ponton. Peristiwa itu terjadi di aliran sungai Pegayut, tepatnya di Jembatan Ogan II, Desa Pegayut, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, Jumat (9/12) pagi.

Korban bernama Rasmiati (37), warga Desa Babatan, Pemulutan, yang jenazahnya kini dibawa ke rumah sakit di Palembang.

Informasi yang dihimpun, musibah itu bermula saat korban bersama lima penumpang lain termasuk anaknya hendak menuju Palembang untuk bekerja melalui jalur air karena sejumlah jalan darat di kampungnya terendam air.

Tepat di lokasi kejadian, kapal ponton yang tak bermuatan dengan kecepatan tinggi menabrak getek yang ditumpangi korban dari samping. Sontak, getek tersebut terbalik dan seluruh penumpang masuk air.

Korban yang mengetahui anaknya, Rika Lestari (6,5) tenggelam, mencoba menyelamatkannya. Usaha korban berhasil.

Namun, justru korban kehabisan tenaga sehingga akhirnya tewas tenggelam. Tak lama kemudian, datang getek lain yang kebetulan melintas dan menyelamatkan para korban.

"Getek itu ditabrak ponton, saya menolong empat orang. Sedangkan ibu yang meninggal itu habis menyelamatkan anaknya, mungkin habis tenaga dan napas," ungkap saksi mata, Gunadi di RS Bari Palembang, Jumat (9/12).

Suami korban, Darmawan (38) mengaku sempat mendapatkan firasat buruk saat istrinya hendak bekerja. Dia sudah mengingatkan agar korban membatalkan niatnya ke Palembang karena sungai sedang banjir.

"Banjir sudah tiga hari ini, jalan darat tak bisa dilewati, makanya istri saya berangkat pakai getek. Saya ingatkan naik mobil saja, tetapi ini kejadiannya," kata dia.

Sementara itu, Kapolres Ogan Ilir AKBP Arief Rifai mengatakan, kecelakaan air di daerah itu sangat rawan terjadi. Sebab, sungai sedang tinggi dan deras lantaran menjadi pertemuan banyak anak sungai di Sumsel ketika musim hujan.(mdk)

Editor:wawan k
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww