Cina Bersiap Uji Tembak Rudal Penghancur Satelit Ruang Angkasa

Cina Bersiap Uji Tembak Rudal Penghancur Satelit Ruang Angkasa
Rudal Cina
Sabtu, 10 Desember 2016 15:40 WIB
BEIJING - Cina bersiap-siap untuk menguji tembak senjata perang-asimetris baru yang kuat. Senjata canggih itu adalah sebuah rudal yang dirancang untuk menghancurkan satelit di ruang angkasa.

Para pejabat Pentagon seperti dilaporkan Washington Free Beacon, Sabtu (10/12/2016), sudah mendeteksi persiapan yang dilakukan China untuk menguji tembak rudal anti-satelit Dong Neng-3  atau DN-3 di fasilitas militer di Cina Tengah.
 
Beijing sendiri telah mengumumkan penutupan wilayah udara di sepanjang jalur penerbangan yang diduga jadi lokasi uji tembak rudal DN-3 pada tanggal 7 Desember dan 8 Desember. Pengumuman penutupan wilayah udara oleh China itu menjadi pelengkap petunjuk bagi badan-badan intelijen AS yang memantau rencana manuver Beijing.

Menurut penulis Asia Affair, Henri Kenhman, uji tembak rudal canggih DN-3 dapat terjadi di situs peluncuran satelit Angkatan Darat Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Jiuquan di Mongolia. Lokasi lain yang jadi potensi uji tembak rudal itu adalah situs peluncuran Korla di wilayah Xinjiang barat.

China sebelumnya menguji tembak rudal anti-satelit di kompleks Korla, pada Oktober 2015. China telah menjalankan program rudal anti-satelit dengan kedok program sistem rudal pertahanan sejak tahun 2007. 

Amerika Serikat (AS), Jepang, Australia dan negara-negara lain kompak mengecam manuver berbahaya China pada saat itu. “Kami prihatin tentang dampak puing-puing di ruang (angkasa) dan kami menyatakan kekhawatiran,” kata seorang juru bicara pemerintah Inggris kepada Telegraph pada saat itu.

Frank Rose, asisten Menteri Luar Negeri AS untuk kontrol senjata pernah menuding Beijing terlibat dalam pengujian rudal anti-satelit klandestin pada tahun 2014.

”Meskipun klaim China bahwa ini bukan tes ASAT (tes rudal anti-satelit), izinkan saya meyakinkan Anda, AS memiliki keyakinan yang tinggi dalam penilaian, bahwa kegiatan itu memang tes ASAT. Perkembangan lanjutan dan pengujian sistem ASAT merusak, baik mendestabilisasi maupun mengancam keamanan jangka panjang dan kesinambungan lingkungan luar angkasa,” katanya.

Pentagon telah menyusun laporan tentang kegiatan militer China.”PLA  memperoleh berbagai teknologi untuk meningkatkan kemampuan counterspace China. Selain pengembangan senjata energi dan jammers satelit, Cina juga mengembangkan kemampuan anti-satelit dan mungkin telah membuat kemajuan pada sistem rudal anti-satelit, dan itu diuji pada bulan Juli 2014,” demikian laporan Pentagon.

Pemerintah maupun militer China belum mengkonfirmasi laporan tentang persiapan uji tembak rudal anti-satelit DN-3. 

Editor:Kamal Usandi
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww