Cerbung Titipan Doa Seorang Kekasih

Senyuman Ku Lukisan Mu (2)

Senyuman Ku Lukisan Mu (2)
Titipan Doa Seorang Kekasih
Kamis, 08 Desember 2016 08:58 WIB
Penulis: Syarifuddin Kasem
Cut Eliza, yaitu teman akrab  Aisya di  sekolah, ia sudah siap dengan pakaian yang  bagus, niatnya hendak main-main ke rumah  Aisya  dengan  menggunakan  motor kesayangannya yang  berwarna merah  jambu. Lalu Cut Eliza langsung  menghidupkan motornya dan pergi. Namun tiba-tiba Hpnya berdering, maka ia pun mengeluarkan Hp dari kantong, dan mengangkatnya.

"Assalamualaikum" suara Rozi.

"Wa'alaikum salam" jawab Cut.

"Ada apa?" Lanjut Cut.

"Gak papa!" Jawab Rozi.

"Saya mau ke rumah Aisya."

Rozi yang mendengar nama Aisya, jantungnya pun berdebar, yang berteriakkan cinta.

"Salam ya!"

"Rozi, lebih baik mundur saja, soalnya dengar-dengar Aisya sudah pacaran sama Syarief" jawab Cut Eliza dengan kesal terhadap Rozi yang gak henti-hentinya mengganggu Aisya.

Rozi cepat-cepat memutuskan panggilan, dengan rasa marah. Kerana baru tau bahwa Aisya sudah jatuh dalam pelukan hati Syarief.

Sementara Cut Eliza, ia cuek saja, seraya mengstarter keretanya, dan pergi ke rumah Aisya. Dalam  perjalanan  Cut  Eliza  yang  menuju  rumah Aisya,  tiba-tiba  ia  bertemu  dengan  Syarief  yang  sedang menuju musala.

“Eumm...  gimana  hubungannya  sama  Aisya?” tanya Cut Eliza.

“Kami  gak  ada  hubungan apa-apa.”  jawab  Syarief.

“Kak  Syarief  pacarankan sama Aisya?”

“Ngak,  kami  gak  pacaran!”

Cut  mulai  kesal,  karena  Syarief  tidak  mau mengaku, lalu ia bertanya,  “Yasudah, Aisya mana?”

“Ada  di  rumah.”  jawab Syarief.

“Cut  mau ke  tempat  Aisya  dulu ya!”

“Ia, hati-hati!“  jawab Syarief.

Cut  Eliza  menstarter  keretanya,  dan  pergi  ke rumah Aisya.  Dan  Syarief  pun  melanjutkan langkahnya.

Tibalah  Cut  Eliza  di  rumah  Aisya,  ia  melihat Aisya  di  dalam  rumah  yang  mengenakan  gamis  hitam, sarung  berwarna  coklat,  dengan  rambutnya  yang  berliau panjang  masih  terurai,  Aisya  sedang  memotong  kukunya karena  habis  mandi,  Cut  Eliza  langsung  mendekati  Aisya, dan berkata dengan cerita.

“Bagaimana  hubungannya sama kak  Syarief?”

Aisya  cepat-cepat  menutup  mulut  Cut  Eliza,  dan menjawab  dengan  bisikan  “Sssst…  jangan  bahas  soal  itu, Ibu Aisya lagi  di  kamar, ketauan ntar!”

Cut  Eliza  mengangguk,  bertanda  paham. Sementara  Bu  Aini  yang  berada  di  kamarnya,  beliau sempat  mendengarnya,  tapi  beliau  mencoba  berpikir positif.

Kategori:SerbaSerbi
wwwwww