Arab Saudi Hukum Mati 15 'Mata-Mata' Iran

Arab Saudi Hukum Mati 15 Mata-Mata Iran
ilustrasi
Rabu, 07 Desember 2016 07:02 WIB
RIYADH - Sebuah pengadilan di Arab Saudi menjatuhkan hukuman mati kepada 15 orang atas dakwaan melakukan spionase bagi Iran.

Seperti dikutip dari BBC, Selasa (6/12/2016) ke-15 orang tersebut merupakan bagian dari 32 orang yang diadili pada Februari lalu. Sebanyak 30 di antara mereka adalah warga negara Arab Saudi, satu orang warga Iran, dan seorang lainnya merupakan warga Afghanistan.

Jaksa mendakwa mereka melakukan pengkhianatan, mengatur jaringan mata-mata yang berkolaborasi dengan intelijen Iran dan "menembus" data sensitif pada zona militer.

Ketegangan antara pemerintah Arab Saudi dan Iran telah meningkat selama satu tahun terakhir. Pada Januari lalu, Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Negeri Para Mullah itu.

Peristiwa tersebut dipicu oleh penyerbuan Kedutaan Besar Arab Saudi di Iran. Massa marah atas eksekusi mati terhadap seorang ulama Syiah Sheikh Nimr al-Nimr dan tiga orang lainnya.

Para pejabat Arab Saudi bersikeras bahwa Nimr bersalah atas kejahatan terorisme. Namun menurut pemimpin tertinggi Iran, eksekusi matinya dilakukan semata-mata karena kritik yang dilontarkannya kepada pemerintah kerajaan Arab Saudi.

Iran dan Arab Saudi juga berseberangan dalam menyikapi konflik di Suriah dan Yaman.

Sebanyak 32 terdakwa yang diadili di Pengadilan Pidana Khusus di Riyadh diyakini telah ditahan sejak 2013.

Di masa awal persidangan disebutkan bahwa beberapa dari mereka yang ditahan adalah tokoh terkenal di komunitas Syiah yang tidak terlibat urusan politik. Termasuk di antaranya, seorang profesor, seorang dokter anak, seorang bankir, dan dua ulama.

Namun koresponden dari televisi milik Saudi, al-Arabiya TV dalam laporan terbarunya mengatakan bahwa sebagin besar dari mereka adalah anggota militer Arab Saudi.

Ada pun sebagian besar dari mereka berasal dari Provinsi Timur, rumah bagi mayoritas Syiah di Arab Saudi.

Selain dijatuhi hukuman mati, sejumlah terdakwa juga dikenai hukuman penjara. (lpc)

loading...
Editor:wawan k
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww