Kalah Referendum, PM Italia Mundur

Kalah Referendum, PM Italia Mundur
Perdana Menteri (PM) Italia Matteo Renzi mengumumkan untuk mengundurkan diri setelah kalah dalam referendum reformasi konstitusi yang digelar Minggu (4/12/2016). Foto / REUTERS
Senin, 05 Desember 2016 11:47 WIB
ROMA - Perdana Menteri (PM) Italia Matteo Renzi telah mengumumkan untuk mengundurkan diri setelah kalah dalam referendum reformasi konstitusi yang digelar hari Minggu. PM Renzi yang menghendaki reformasi konstitusi memang sudah janji untuk mengundurkan diri jika kalah dalam referendum.

Dalam sebuah konferensi pers larut malam dari Palazzo Chigi, Renzi mengatakan bahwa dia bertanggung jawab atas ”kekalahan luar biasa"  dalam referendum konstitusi. Dengan demikian, kata dia, saatnya mengajukan proposal pengunduran diri yang jelas.

”Pengalaman pemerintah saya berakhir di sini,” katanya dalam pidato yang disiarkan televisi. ”Saya telah kalah dan saya mengatakan itu keras-keras. Good luck untuk kita semua,” katanya lagi, seperti dikutip BBC.

Renzi berencana untuk mengadakan rapat kabinet pada Senin (5/12/2016) sore nanti dan kemudian mempresentasikan pengunduran dirinya kepada Presiden Sergio Mattarella.

Presiden Mattarella sekarang akan diberi tanggung jawab untuk menunjuk pemerintahan baru. Jika dia tidak mampu melakukannya, dia harus menyerukan untuk pemilu dini.

Keputusannya untuk mundur setelah 2,5 tahun berkuasa juga menjadi pukulan bagi Uni Eropa yang berjuang mengatasi gejala “anti kemapanan” yang membuat dunia Barat babak belur tahun ini. Gejala itu ditandai menangnya referendum Brexit di Inggris dan terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat (AS).

Mata uang Euro jatuh ke posisi terendah terhadap dolar dalam 20 bulan terakhir. Pasar mulai khawatir akan terjadi ketidakstabilan ekonomi di zona Eropa.

Hasil jajak pendapat awal yang dirilis kantor berita RAI menunjukkan sekitar 42-46 persen masyarakat Italia setuju untuk melakukan reformasi konstitusi. Sementara sekitar 54-58 persen suara menyatakan tidak setuju.

Indikasi awal hasil jajak pendapat memperlihatkan bahwa sebanyak 39-43 persen suara menyatakan setuju, dan 57-61 persen suara menyatakan tidak setuju. 

Editor:Kamal Usandi
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww