Terjebak dalam Sel Penjara 32 Jam, Pria Ini Dapat Kompensasi Rp8,1 Miliar, Pasti Bukan di Indonesia

Terjebak dalam Sel Penjara 32 Jam, Pria Ini Dapat Kompensasi Rp8,1 Miliar, Pasti Bukan di Indonesia
Farad Polk. (dream)
Minggu, 04 Desember 2016 10:57 WIB
CHICAGO - Farad Polk, seorang pria di Chicago, Amerika Serikat, menerima uang Rp8,1 miliar sebagai kompensasi dari negera setelah dirinya terjebak dalam sel penjara 32 jam.

 Kisah bermula ketika Farad Polk mengunjungi anaknya, yang juga bernama Farad Polk, di Penjara Wilayah Cook di Chicago, Amerika Serikat.

Seorang staf penjara memberitahu Polk untuk belok di ujung lorong. Namun ternyata di salah masuk. Dia berpikir ruangan yang dia masuki adalah area mengunjungi tahanan.

Polk justru masuk ke sebuah ruangan berukuran kecil yang ternyata sel untuk mengurung tahanan berbahaya. Ruangan itu memang sedang tidak digunakan, seperti dilaporkan NBC Chicago.

Tiba-tiba saja, pintu ruangan itu mengunci secara otomatis. Polk baru sadar dia berada di penjara dengan keamanan maksimum.

Tidak ada cara untuk keluar dari ruangan itu. Dia berusaha berteriak meminta bantuan, namun tidak ada yang mendengar.

Kepada NBC Chicago, Polk mengatakan dia sudah melakukan berbagai usaha untuk keluar. Tetapi, semua usaha yang dia lakukan tidak berhasil.

"Menendang pintu, berteriak, memanggil-manggil dari bawah pintu, tetap tidak berhasil," kata Polk.

Pengacara Polk, Cannon Lambert, mengatakan kliennya dapat mendengar para penjaga di balik dinding. Tetapi, tidak ada yang membantunya keluar dari ruangan tersebut.

Terperangkap dalam ruangan berukuran 2,5x2,5 meter selama 32 jam, Polk terpaksa buang air dan tidur di lantai yang dingin. Selain itu, dia juga tidak makan atau minum.

Polk akhirnya bisa diselamatkan petugas pemadam kebakaran setelah dia menjebol sprinkler (alat pemadam kebakaran yang biasa dipasang di plafon). Akibat merusak kepala sprinkler itu, jari jempol Polk harus dijahit.

Setelah ditemukan petugas pemadam kebakaran bukan berarti nasib Polk mujur. Dia malah diborgol dan diinterogasi oleh sipir penjara.

"Saya kira saya akan mati di dalam sel itu," kata Polk.Dia berencana menuntut penjara karena trauma yang dialaminya.

Sejak terkunci di dalam sel, Polk merasa trauma. Dia tidak bisa mengunjungi anaknya yang dipenjara sejak Januari lalu karena kasus kepemilikan narkoba.

Atas kejadian itu, dia diberi kompensasi US$600 ribu (setara Rp8,1 miliar).***

Editor:hasan b
Sumber:dream.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww