Sendirian di Rumah, Mahasiswi Dirampok, Dianiaya dan Diperkosa Hingga Tewas

Sendirian di Rumah, Mahasiswi Dirampok, Dianiaya dan Diperkosa Hingga Tewas
Ilustrasi. (okezone.com)
Jum'at, 02 Desember 2016 14:47 WIB
JAKARTA - Nisa Nurhayati (19 tahun), warga Komplek Banyuherang Blok D 02 Kampung  Dungus Chili, Desa Cipicung, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, tewas setelah dianiaya dan diperkosa dua pria.

Peristiwa tragis yang menimpa mahasiswi tersebut terjadi Jumat (2/12), dinihari sekitar pukul 01.00 WIB.  "Korban sempat dianiaya hingga pingsan dan kemudian diperkosa oleh pelaku. Korban meninggal beberapa saat setelah diperkosa pelaku,'' kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Drs Yusri Yunus kepada para wartawan.

Peristiwa tersebut terjadi Jumat dini hari. Kedua pelaku, RF (20) warga Kampung Lebaksari, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota dan Ep (23) mendatangi memasuki rumah korban dengan cara mencongkel jendela belakang rumah korban. Kedua pelaku kemudian mencari barang berharga di dalam rumah tersebut. 

Aksi keduanya dipergoki korban yang terbangun karena mendengar suara gaduh. Melihat korban bangun, pelaku RF kemudian menghantam kepala korban dengan batu bata. Korban sempat melawan dengan menggunakan setrika dan memukulkannya kepada pelaku. 

Namun upaya korban tak membuahkan hasil karena dari arah belakang pelaku Ep memukulnya dengan batu bata hingga pingsan. "Setelah korban tak sadarkan diri, kemudian dibawa ke tempat tidur. Pelaku RF memegangi tangan korban sedangkan pelaku Ep memperkosanya,'' ujar Yusri.

Keributan tersebut kemudian didengar warga sekitar. Kedua pelaku kemudian melarikan diri dengan membawa telepon genggam milik korban. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada polisi. 

Polisi yang melakukan penyelidikan kemudian melakukan pelacakan sinyal telepon genggam korban yang masih aktif. Dari telepon genggam korban itu diketahui posisi pelaku. 

Sekitar pukul 05.30 pelaku RF berhasil dibekuk di  rumahnya di Kampung Lebaksari, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota. "Pelaku Ep masih dalam pengejaran polisi,’’ kata Yusri Yunus.***

Editor:sanbas
Sumber:republika.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww