Gawat... Puluhan Bocah SD Mau Tawuran, Ada yang Bawa-bawa Parang

Gawat... Puluhan Bocah SD Mau Tawuran, Ada yang Bawa-bawa Parang
ilustrasi
Senin, 28 November 2016 11:06 WIB
SEMARANG - Biasanya tawuran melibatkan pelajar Sekolah Menengah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), baik SMA maupun SMK, tapi tawuran di Kota Semarang, Jawa Tengah ini justru dilakukan murid-murid siswa Sekolah Dasar (SD). Untungnya aksi mereka keburu diketahui polisi.

Tak main-main, meski masih SD, mereka juga membawa senjata tajam untuk melukai lawannya. Dua bocah berhasil dibekuk aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Semarang Tengah, berikut barang bukti berupa sebilah parang kecil.

Kedua bocah SD yang diamankan itu, antara lain berinisial BM (11), siswa kelas 4 SD, dan AL (8), siswa kelas 1 SD. Mereka berasal dari SD Gunung Brintik yang bergabung dengan SD Al Khotimah untuk menyerang SD Pekunden di Jalan Taman Pekunden, Kota Semarang.

Nur Indarto (33), penjaga SD Pekunden menyatakan, informasi penyerangan itu dia ketahui dari kedatangan siswa SD yang akan menyerbu. Di mana siswa tersebut datang sekitar pukul 12.30 WIB.

"Saya izin kepala sekolah keluar. Saya lihat ada puluhan anak-anak kecil, ada yang masih pakai pakaian sekolah. Juga ada yang pakai pakaian bebas," tuturnya.

Curiga anak-anak tersebut bukan siswa SD Pekunden, Indarto kemudian menghampiri mereka. Belum sempat mendekat, puluhan siswa SD itu bubar dan kabur. Alhasil, dia hanya mengamankan dua orang siswa.

"Mereka semua pada lari, yang bawa alat (parang) itu langsung saya kejar, ketangkap. Ada yang lari ke kampung masuk kampus Unisbank. Dua anak saya amankan, mereka ada," bebernya.

Usai mengamankan dua bocah bersajam itu, dia langsung melaporkan kejadian itu ke pihak sekolah. Kemudian langsung melapor ke Polsek Semarang Tengah.

"Kalau pemicu dan awal persoalannya apa saya kurang tahu. Ceritanya mereka kumpul di Radusari Grafity, terus mau ke Carrefour katanya ada yang ulang tahun," akunya.

Saat dikonfirmasi, BM mengelak dan tidak mengetahui inti persoalan dari pemicu aksi tawuran yang belum sempat terjadi. BM mengaku diundang kakak kelasnya yang duduk di bangku kelas 6 SD untuk menghadiri pesta ulang tahun, yang diadakan di dalam DP Mall Jalan Pemuda, dekat dengan SD Pekunden Semarang.

"Saya enggak tahu, cuma diajak. Bilangnya mau ulang tahun di DP Mall kumpul di Randusari. Sampai situ sudah ada teman-teman kumpul, ada 22 orang (SD), dari SD Gunung Brintik ada tiga, lainnya dari SD Al Khotimah," ucapnya.

Usai bertemu, lantas puluhan siswa jalan kaki bersama-sama ke DP Mall. Namun belum sampai di lokasi, satu dari rombongan ini menyampaikan tidak jadi ke DP Mall tanpa alasan yang jelas dan beralih mengajak ke SD Pekunden, Kota Semarang.

Kapolsek Semarang Selatan AKP Kemas Indra Natanegara, mengakui adanya kejadian tersebut setelah mendapat laporan dari masyarakat. Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dan mengamankan dua siswa SD beserta sebilah senjata tajam dari tangan siswa tersebut.

"Ya tadi kita bawa terus kita kembalikan kepada pihak orangtuanya. Dilakukan langkah pembinaan oleh orangtuanya, kedua karena masih di bawah umur," tegasnya.

Kemas Indra menjelaskan aksi tawuran nyaris terjadi lantaran kesalahpahaman antar siswa bersangkutan. Selain itu, para siswa terdiri dari tiga sekolahan.

"Persoalannya masalah cekcok kecil saja, masalah saling ejek-ejekan. Ada puluhan, SD Gunung Brintik, SD Pekunden dan SD Al Khotimah. Tadi alat barang bukti juga sudah kita amankan," terangnya.

Kemas Indra menambahkan pihaknya akan mengundang dua siswa beserta orangtuanya. Langkah ini dilakukannya sebagai upaya pembinaan terhadap siswa maupun pengarahan kepada pihak orangtua bersangkutan yang anak-anaknya yang nyaris terlibat tawuran tersebut.

"Kita juga akan mendatangi secara door to door (dari pintu ke pintu) kepada pihak sekolah-sekolahan untuk langkah pembinaan. Supaya kejadian ini tidak berkepanjangan dan terulang kembali," pungkas Kapolsek Semarang Tengah ini.(mdk)

Editor:wawan k
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww