Menyedihkan... Kakek Berusia 102 Tahun Ini Tinggal di Jamban Setelah Gubuknya Digusur

Menyedihkan... Kakek Berusia 102 Tahun Ini Tinggal di Jamban Setelah Gubuknya Digusur
Kakek berusia 102 tahun bernama Sahmad tidur di jamban setelah gubuknya digusur. (foto: Radar Cianjur)
Minggu, 27 November 2016 08:35 WIB
CIANJUR - Kakek berusia 102 tahun bernama Sahmad terpaksa tidur di jamban setelah gubuk yang ditempatinya digusur. Kakek asal Cianjur, Jawa Barat itu pun harus berjualan berondong jagung atau popcorn agar bisa menyambung hidup.

Kakek yang hidup sebatang kara itu ternyata seorang tunawisma. Kakek Sahmad pun hanya berlindung di bawah atap jamban di Kampung Nyalindung, Desa Mayak, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.

Belum ada yang mengetahui persis sejak kapan Sahmad tinggal sebatang kara. Warga hanya tahu bahwa Sahmad hidup berpindah-pindah, sampai akhirnya ia tinggal dalam sebuah jamban.

Sahmad sempat tinggal di sebuah gubuk komplek kuburan tak jauh dari jamban. Namun, setelah gubuknya digusur, sejak itu pula Sahmad hidup luntang-lantung mencari tempat berlindung di balik hujan dan terik matahari.

”Beliau itu katanya hidup sebatang kara. Saat ditanya warga sekitar, tidak ada yang mengaku keluarga. Tidak ada yang tahu pula apakah si abah warga setempat atau pendatang. Yang jelas kondisinya sangat prihatin dan butuh bantuan,” terang pegiat sosial dari Paguyuban Paduli Cianjur (PPC), Astabrata seperti diberitakan Radar Cianjur.

Mengetahui hal tersebut, masih kata Astabrata, para pegiat Kuliner Kasih dan PPC kemudian mendatangi Sahmad dan mendorong pemerintah setempat untuk ikut membantu Abah Sahmad.

Informasi terakhir, Sahmad akhirnya diberikan sebuah tempat tinggal oleh aparat setempat mulai dari RT, RW dan Desa.

Menurut Astabrata, sejatinya orang tua seperti Abah Sahmad sudah harus menikmati sisa-sisa hidupnya dengan santai dan bahagia, bukan justru bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

”Atau setidaknya difasilitasi di panti jompo supaya ada yang merawat. Tidak seperti sekarang, hidup sebatang kara tidak ada satupun anggota keluarga yang mengurus. Pemerintah jangan tutup mata,” pungkas Astabrata.(pjs)

Editor:wawan k
Sumber:pojoksatu.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww