Tangis Pilu Bocah Suriah Korban Senjata Kimia: Apakah Aku Akan Mati?

Tangis Pilu Bocah Suriah Korban Senjata Kimia: Apakah Aku Akan Mati?
Bocah Suriah korban senjata kimia. (deam)
Sabtu, 26 November 2016 17:49 WIB
JAKARTA - Perang Suriah telah merenggut ratusan ribu jiwa dan jutaan orang luka-luka. Sementara ratusan ribu warga Suriah lainnya terpaksa hidup sengsara di pengungsian di berbagai negara.

Hingga kini belum terlihat tanda-tanda perang di Suriah bakal berakhir. Justru perang semakin ganas, mulai menggunakan senjata kimia.

Anak-anak adalah yang paling terkena dampak dari perang yang tak berkesudahan di Suriah. Setelah foto bocah Omran yang menyayat hati, dunia mulai membuka mata terhadap penderitaan korban perang di Suriah.

Anak-anak dan wanita terbunuh tiap jamnya, sementara yang lainya tewas saat mencoba menolong sesamanya.

Dalam sebuah video yang diposting oleh Suriah Charity yang berbasis di Perancis, seorang anak laki-laki terlihat menangis dan meratap. Dia baru saja diselamatkan dari serangan yang diduga menggunakan senjata kimia.

"Aku sedang melihat pesawat tempur," kata anak yang usianya tidak lebih dari 10 tahun dalam laman Viral4Real.

Dia kemudian melihat pesawat itu menjatuhkan sesuatu yang meledak dan mengeluarkan asap kekuningan.

Bocah malang itu menangis dalam ketakutan. Pertanyaannya bocah itu kepada suster menyayat hari orang yang mendengarnya.

Dia bertanya kepada perawat, "Apakah aku akan mati?"

Serangan mematikan itu terjadi di wilayah Ard al-Hamra di Aleppo. Menurut Suriah Charity, serangan yang lebih buruk terjadi ketika rumah sakit tempat bocah itu dirawat juga ikut dibom. Untungnya, bocah tersebut selamat.

"Semuanya baik-baik saja, termasuk anak itu. Kami akan mengunjungi dia segera," kata Direktur Ekonomi Suriah Charity Wadah Seddikh kepada CNN melalui surat elektronik.***

Editor:sanbas
Sumber:dream.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww