Cerbung Titipan Doa Seorang Kekasih

Cinta dan Amanah (2)

Cinta dan Amanah (2)
Titipan Doa Seorang Kekasih
Sabtu, 26 November 2016 06:00 WIB
Penulis: Syarifuddin Kasem

Syarief yang melihat Aisya ketakutan, menurunkan pisaunya. Namun ia keasyikan memandang Aisya dengan hatinya yang berdebar karena dapat melihat Aisya dari dekat. Di matanya kini Aisya ternyata sangat cantik. Tak lama kemudian Aisya merasa nyaman, karena tidak terjadi apa-apa, seraya ia membuka matanya dan melihat ke arah Syarief, sambil perlahan, ia menarik tangannya kembali.

“Gak papa… kakak gak butuh balasan, tapi kakak hanya butuh Aisya untuk kakak!” kata Syarief sambil melontarkan senyuman kepada Aisya. Mendengar kata-kata itu, Aisya tersenyum dan tersipu malu, sambil ia lihat ke bawah. Karena malu kepada Syarief yang ia sangka, bahwa Syarief mulai jatuh cinta kepadanya, sedangkan ia gak punya perasaan apa-apa buat Syarief.

“Mintalah kepada orang tua Aisya, kak!“
“Insya Allah Sya!” jawab Syarief senyuman.
Tiba-tiba Ustadz datang dan Syarief pun pindah dari dekat Aisya ke tempatnya.
“Aisya... coba ulangi pelajaran malam kemarin!“ kata Ustadz sambil duduk.
Aisya langsung melihat ke arah kitab yang terbuka di depannya, hatinya mulai ketakutan, karena tadi sibuk mengobati luka di tangan Syarief, sehingga ia tidak sempat mengulang. Maka Aisya pun mulai membaca kitabnya yang terdengar bertatih dan gagap, hingga akhirnya terhenti.

Sementara Syarief yang melihat Aisya terdiam, ia tau bahwa Aisya gak tau lagi harakat matan selanjutnya, maka Syarief mencoba mengajarinya sedikit demi sedikit, satu kalimat demi satu kalimat sampai habis. Hati Aisya sangat bahagia, ketika menerima bimbingan baca kitab dari seorang Syarief, seakan-akan ia adalah wanita yang paling bahagia di dunia ini.

Teman-teman yang lain, semuanya tersenyam senyum, ketika menyaksikan Syarief dan Aisya, karena mereka mulai menemukan kecocokan antara Syarief dan Aisya. Termasuk Ustadz Hasan, beliau juga tersenyum. Setelah itu Ustadz pun melanjutkan dengan pelajaran yang selanjutnya sampai jam 10 malam. Syarief dan Aisya pun pulang dengan sebahu dan sehayun melangkah, dengan perasaan yang sangat bahagia, karena Syarief bisa melihat keindahan Aisya, begitu pula Aisya, ia juga bahagia karena sudah menemukan indahnya hidup jika bersama Syarief, yaitu ketika Syarief bisa mengajarinya.

Kategori:SerbaSerbi
wwwwww