Minta "Begituan" Tak Dilayani, Oknum TNI Mengamuk di Rumah Calon Mertua dan Tikam Tunangannya

Minta Begituan Tak Dilayani, Oknum TNI Mengamuk di Rumah Calon Mertua dan Tikam Tunangannya
ilustrasi
Kamis, 24 November 2016 08:04 WIB
ASAHAN - Sungguh aksi anggota TNI Pratu A anggota Batalyon Infanteri 126 di Kabupaten Asahan Sumatera Utara (Sumut) ini tidak terpuji. Gara-gara permintaannya tak dipenuhi, dia menikam tunangannya dengan sangkur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, anggota TNI AD yang mengamuk inisial Pratu AW yang sudah lima tahun tugas. Pratu AW selama ini sudah bertunangan dengan S, warga Kota Pinang, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, Sumut.

Pratu AW mengamuk di rumah calon mertuanya. Dia kabarnya datang untuk meminta dilayani layaknya pelayanan istri kepada suami.

Ajakan tersebut ditolak S, si tunangan. Alasannya karena mereka belum melakukan ijab kabul.

Permintaan berlanjut dua hari kemudian. Setelah ribut-ribut dan sempat dimediasi kepala desa, emosi Pratu AW malah semakin menjadi-jadi.

Dengan emosi sambil menuju ke tunangannya di atas motor, Pratu AW membabi buta menikam tunangannya. Beruntung saat itu warga mencoba menghadangnya. Sehingga sangkur tidak menembus perut tunangannya. Tusukan Sangkur hanya mengenai ke bagian punggung tunangannya karena dihalangi warga.

Tak puas hanya menusuk sekali, Pratu AW lagi-lagi berusaha untuk menikam kembali. Usah itu tetap digagalkan warga yang akhirnya sangkur mengenai punggung. Tunangannya mengalami luka. Saat itu warga pun akhirnya membawa tunangannya ke rumah sakit untuk berobat.

Melihat perangai anggota TNI yang rada aneh itu, wargapun akhirnyapun terpancing emosi. Warga tak bisa menahan lagi karena Pratu AW mengancam akan menghabisi warga yang akan ikut campur. Walhasil, warga pun marah dan akhirnya dikeroyok masyarakat setempat.

Pratu AW akhirnya babak belur juga dihajar warga. Warga pun sempat memborgol pelaku. Sebelumnya dikeroyok, warga sebenarnya sudah menghubungi anggota kepolisian dan TNI (Babinsa) dan sudah berusaha memenangkan Pratu AW. Sayangnya tak digubris.

Usai dikeroyok warga, akhirnya Babinsa setempat mengamankannya. Kasus ini sempat dilaporkan Babinsa ke Provos Batalyon Infanteri 126 yang ada di Rantau Prapat.

Dari kasus itu, akhirnya Pratu AW dibawa pulang ke Batalyonnya di Kisaran, Sumut.

Pasi Intel Batalyon 126 Kala Cakti, Lettu T Lumban Raja seperti dilansir detikcom, tidak membantah kasus tersebut terjadi.

Menurutnya, apa yang dilakukan anggotanya terhadap tunangannya perbuatan yang tidak dibenarkan.

"Kita tetap akan proses atas peristiwa tersebut. Bagaimanapun itu perbuatan yang salah," kata T Lumban Raja katanya, Rabu (23/11/2016).

Masih menurut Lamban Raja, dengan peristiwa tersebut, pihak tunangannya sudah tidak mau untuk melanjutkan sampai pernikahan.

"Jadi gara-gara kasus itu, tunangannya dan pihak keluarga sudah tidak mau melanjutkan lagi untuk nikah," kata Lumban Raja.

Pihak Batalyon Inf 126, juga sudah meminta maaf kepada keluarga korban atas kejadian tersebut.

"Kemarin kita sudah mediasi dengan pihak keluarga korban atas kejadian tersebut. Saat itu dihadiri pihak Polsek dan Koramil dan warga setempat," kata T Lumban Raja. (dtc)

Editor:wawan k
Sumber:detikcom
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww