Kerap Bertengkar dengan Istri, Guru SMP Nekat Lompat dari Ketinggian 15 Meter, Innalillahi...

Kerap Bertengkar dengan Istri, Guru SMP Nekat Lompat dari Ketinggian 15 Meter, Innalillahi...
ilustrasi
Kamis, 24 November 2016 10:34 WIB
TANGERANG - Seorang guru SMP di Jakarta Selatan nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Dia bunuh diri dengan cara melompat dari atas fly over Ciputat di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu dinihari (23/11).

PNS itu tewas dengan luka dalam di sekujur tubuhnya setelah melompat dari ketinggian sekitar 15 meter.

Guru yang tinggal di Gang Nangka, RT 04/01, Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat itu ditemukan tetangganya telah meregang nyawa dan bersimbah darah di bawah jalan layang tersebut.

Saksi yang juga tetangga Supriyanto, Siti Rohmawati, 45, mengatakan aksi bunuh diri tetangganya itu terjadi saat dia hendak ke Pasar Ciputat untuk berbelanja.

Saat itu dirinya melihat ada seseorang tengah melompat dari jalan layang tersebut. Dan saat didekati dia pun terkejut jika korban adalah tetangganya sendiri.

”Saya kenali korban karena dari pakaiannya dan psotur tubuh. Pas dilihat KTP benar korban ini adalah guru SMPN 29 Jakarta.”

“Rumahnya persis di depan rumah saya di Gang Nangka. Ya kaget saja yang saya lihat melompat tadi pagi itu adalah Supriyanto,” katanya seperti diberitakan Indopos.

Siti mengaku, aksi bunuh diri Supriyanto itu diduga terjadi akibat depresi berat. Sebab sejak enam bulan terakhir guru SMP Negeri 29 Jakarta Selatan sering terlihat termenung dan menangis sendiri di teras rumahnya itu.

Sepengetahuan dia, penyebab korban depresi karena diduga cekcok dengan sang istri dan keluarga besarnya.

Bahkan, kerap kali Suprianto terdengar bertengkar di dalam rumah.

”Sudah enam bulan terakhir dia mengalami depresi. Kalau masalah pastiya saya tidak tahu, tetapi pasti masalah rumah tangga.”

“Saya sering pergoki korban bicara, menangis dan termenung sendiri. Mudah-mudahan korban diterima disisi Sang Maha Pencipta,” paparnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Tangsel, AKP Ahmad Alexander membenarkan kejadian tersebut.

“Dari hasil penyelidikan korban mengalami depresi berat. Korban bekerja sebagai guru di SMP Negeri 29,” tuturnya.(jpnn)

Editor:wawan k
Sumber:jpnn.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww