Hebat, Dokter Ini Berani Laporkan Penyelewengan Anggaran di Pemprov

Hebat, Dokter Ini Berani Laporkan Penyelewengan Anggaran di Pemprov
Dokter Kartini melaporkan dugaan penyimpangan anggaran ke Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono. (kompas.com)
Rabu, 23 November 2016 11:05 WIB
JAKARTA - Keberanian dokter Kartini patut diacungi jempol. Dokter PNS yang bertugas pada Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai ini melaporkan dugaan penyelewengan anggaran di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Pelaksana Tugas Gubernur DKI Sumarsono.

Kepada Sumarsono, Kartini mengatakan, ada penyimpangan dalam pengadaan barang dan beberapa kegiatan di Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai di Balai Kota DKI.

Kartini membawa banyak dokumen sebagai bukti penyimpangan dan menunjukannya kepada Sumarsono pagi ini, Rabu (23/11/2016). Namun, ketika ditanya awak media, Kartini enggan menjelaskan dengan rinci. Kartini pun berjalan cepat menghindari media.

"Nanti kan mau diperiksa sama Inspektorat," ujar Kartini, seperti dikutip Goriau.com dari Kompas.com.

Kartini menjelaskan secara singkat tentang apa yang dia laporkan. Dia mengatakan, ada dugaan penyelewengan anggaran di Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai. Bentuk penyelewengannya seperti pengadaan obat yang tidak perlu.

Sumarsono pun menjelaskan lebih rinci mengenai laporan Kartini terhadapnya. Kata dia, Kartini melaporkan adanya kegiatan yang dianggarkan, padahal tidak dibutuhkan.

Kemudian, ada tenaga honorer yang menerima gaji tidak sesuai dengan yang dicatat di pengeluaran.

"Lalu dia kan programkan 'Sehat Tanpa Obat', tapi di sisi lain kegiatan itu justru banyak obat. Ini kan kontradiktif. Mungkin dia curiga kenapa ada obat-obat yang enggak perlu tapi dipaksakan ke pegawai," ujar Soni.

Serakan ke Inspektorat

Soni mengatakan sebenarnya Kartini sudah mau melapor kepadanya kemarin siang. Namun, Soni menolak karena tidak ingin hanya mendapatkan laporan secara lisan. Soni ingin Kartini juga membawa bukti-buktinya.

"Jadi saya belum bisa katakan ini benar atau tidak, biarlah tim inspektorat bekerja dulu," ujar Soni.

Soni tidak mau langsung mengamil keputusan sebelum ada hasil penyelidikan dari Inspektorat DKI. Sebab, bisa saja laporan Kartini bersifat emosional.

"Dia datang karena emosional dari kemarin. Terus infonya ada tekanan, intimidasi dari SMS yang dia terima.***

Editor:sanbas
Sumber:kompas.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww