Alamak... Pasangan Kekasih Ini Pura-pura Buta saat Mengemis, Seperti Artis saat Bergaya

Alamak... Pasangan Kekasih Ini Pura-pura Buta saat Mengemis, Seperti Artis saat Bergaya
Sepasang kekasih yang terjerat razia Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan. Keduanya diketahui sehat secara fisik. (foto: Ali/Posmetro Medan/jpnn.com)
Rabu, 23 November 2016 23:03 WIB
MEDAN - Sepasang kekasih yang sehari-hari mengemis di Kota Medan, Sumatera Utara terjaring razia tim Dinas Sosial setempat, Selasa (22/11/2016).

Pasangan muda ini selalu meminta-minta dengan berpura-pura punya cacat fisik. Mulai dari pincang hingga tak bisa melihat alias buta.

Namun petugas tidak mudah terkecoh, setelah diselidiki, ternyata pasangan pengemis ini sama sekali tidak cacat ataupun buta.

Semua fisik mereka dalam sehat dan normal. Yang mengejutkan mereka ini punya kehidupan lain yang tidak mencerminkan hidup miskin.

Bahkan, mereka juga memiliki akun media sosial dengan sejumlah foto tampang keren mereka terpampang jelas di sana.

Kadinsosnaker Kota Medan, Syarif Armansyah Lubis juga membenarkan pihaknya menangkap sepasang pengemis yang pura-pura buta.

“Umumnya, pengemis berasal dari luar Kota Medan. Termasuk pasangan yang pura-pura buta tadi. Itu kita peroleh setelah para pengemis ini ditangkap.”

“Tak perlulah saya ungkap identitasnya. Mereka Setiap hari, pengemis ini bisa mendapat uang Rp 150 ribu,” terangnya saat ditemui di Gedung Balaikota, seperti diberitakan Sumut Pos, Rabu (23/11).

Selain pasangan tadi, kata Bob lagi, pihaknya juga sudah menangkap puluhan pengemis lainnya.

“Saya tak ingat jumlahnya. Pokoknya puluhan orang sudah kami amankan ke rumah singgah di Jalan Kenanga Raya.”

“Sebelumnya, kita sudah mengirim delapan orang ke Panti Punggai di Binjai. Ada enam orang lagi mau kita kirim ke panti tersebut,” ucapnya.

Selain itu, Bob bilang, pihak juga mengamankan anak-anak yang berjualan kue kepang maupun minta-minta uang kepada setiap pengendara.

Ironisnya, apa yang dilakukan anak-anak tersebut disuruh orangtuanya atau orang lain yang ingin memanfaatkannya.

“Sedih juga kita lihat anak-anak mengemis dan jualan di jalanan. Karena, apa yang dilakukan dimanfaatkan orang yang bertanggugjawab.”

“Bagi anak-anak yang ditangkap, kita minta orangtuanya datang untuk buat surat pernyataan. Jika tertangkap kembali, kita akan kirim anak-anak itu ke Panti Punggai,” pungkasnya. (jpnn)

Editor:wawan k
Sumber:jpnn.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww