Karena Ada yang Dianggap Super, Trus... Tiba-Tiba MUI Disalahkan?

Karena Ada yang Dianggap Super, Trus... Tiba-Tiba MUI Disalahkan?
Wakil Sekjen MUI Zaitun Rasmin
Senin, 21 November 2016 07:30 WIB
JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia Zaitun Rasmin mengatakan fatwa MUI soal penistaan agama Islam oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sama sekali tidak ada kaitan dengan urusan politik.

Dia heran ketika MUI mengeluarkan fatwa terkait persoalan Ahok, organisasi berhimpunnya ulama terbesar di negeri ini malah disalahkan dan diseret-seret ke masalah politik.

“Ini semua orang sudah tahu bahwa fatwa MUI tidak kaitannya dengan politik. Sama sekali tidak ada,” kata Zaitun saat diskusi “Ahok Effect” di Jakarta, Sabtu (19/11).

Dia mengatakan dari dulu ketika ada persoalan keagamaan orang pasti meminta pendapat MUI. Zaitun mencontohkan, masalah penistaan agama oleh Lia Eden, Arswendo, Ahmad Musadeq, dan lain-lain itu merujuk pada fatwa MUI.

Namun, ketika masalah Ahok malah MUI yang dianggap salah. “Apa karena sekarang ini ada orang yang dianggap super, tiba-tiba MUI yang salah?” kata dia.

Zaitun mengatakan, MUI merupakan lembaga yang sudah sangat dipercaya sejak dulu. MUI merupakan benteng umat dalam masalah keagamaan dan kebangsaan.

Di dalam NU juga berkumpul berbagai ormas. Baik itu Nadhlatul Ulama, Muhammadiyah dan lainnya.

“Negeri kita kalau ada apa-apa, ada masalah agama pasti ke MUI. Jadi, patut diduga orang mempertanyakan (MUI) ini karena tidak paham atau tidak mau paham,” katanya.

Lebih lanjut Zaitun kembali mempertegas bahwa MUI tidak masuk wilayah politik.

Bahkan, kata Zaitun, Ketua Umum MUI Maruf Amin sudah berkali-kali menegaskan bahwa tidak ada urusan dengan politik dalam kasus Ahok.

“Pak Maruf Amin tegas menyatakan MUI tidak masuk wilayah politik, hanya Ahok yang masuk wilayah agama,” tegasnya.

Nah, dia menegaskan, kalau ada yang menuduh MUI mendapatkan sesuatu dari pihak-pihak tertentu silakan dibuktikan.

Jangan sekadar bermain isu dan melakukan fitnah yang keji.

“Tidak usah ngomong ini itu, laporkan dan tangkap saja. Atau jangan-jangan hanya suka isu dan mempermainkan isu?” ungkapnya. (jpnn)

Editor:wawan k
Sumber:jpnn.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww